Langsung ke konten utama

Dampak Mendaki Gunung saat Puasa



Terkadang di bulan puasa kita yang haus gunung, tentunya tidak dapat menahan untuk melakukan pendakian. Di hari puasa pun akan kita lakukan. Namun apakah pendakian gunung di bulan puasa atau saat puasa akan menyebabkan suatu dampak pada tubuh kita? Lalu dampaknya apa saja?

Dampak yang paling ditakutkan adalah jika kita kehilangan cukup banyak cairan tubuh dan tanpa diganti oleh cairan yang masuk dari minuman, ya karena kita kan lagi puasa jadi nggak boleh minum ataupun makan. Lanjut, saat kita berjalan mendaki, cairan akan hilang lewat keringat. Kemudian ketika kita beristirahat ditenda atau dalam keadaan diam seperti tidur, maka cairan akan hilang lewat urine, padahal kita tidak diboleh untuk makan ataupum minum. Jadi, kita lebih rentan untuk terkena dehidrasi.

Ketika kita mengalami dehidrasi, maka kita akan mudah untuk cepat lelah, mengalami kram otot, heat stroke, mengalami pingsan, kadang menyebabkan shock yang disebabkan oleh kekurangan pasokan darah ke organ tubuh terutama pada otak kita. Tentu saja ini akan membahayakan nyawa kalian.

Baca juga :
Apa itu Head Stroke? Bagaimana Cara Penanganannya?

Memang, dalam fikiran, kita bisa melakukan pendakian ketika malam hari, ataupun saat sore menjelang akan buka puasa. Namun kegiatan siasat pendakian tersebut, menurut beberapa hasil penelitian menunjukan kemampuan dan stamina manusia yang berpuasa itu memang akan menurun drastis. Pada kekuatan otot dan kemampuan tubuh untuk bertahan pada suhu rendah juga akan menurun.

Jadi, sebaiknya ketika berpuasa di bulan ramadhan maupun puasa hari - hari lain,  kita bisa libur pendakian juga ya. Kita berpuasa di bulan ramadhan hanya 1 bulan saja. Untuk hari - hari dan bulan lainnya (11 bulan) bisa kita manfaatkan untuk melakukan petualangan. Ketika bulan ramadhan datang, yuk mari kita maksimalkan ibadah kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.  Jangan lupa perbanyak ngajinya dan sebagai pencinta alam, jangan lupa juga untuk selalu berbagi dalam kebersamaan.

Yak, itu sepenggal artikel tentang dampak puasa terhadap pendakian gunung maupun aktifitas outdoor lainnya yang berhubungan dengan hiking (jalan kaki). Terimakasih.

Penulis :
Tim viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad