Langsung ke konten utama

Gunung Guntur Via Cikahuripan

Pada tanggal Jumat 05-mei-2016 saya dan kawan kawan melakukan pendakian gunung Guntur via cikahuripan tepatnya di Kampung Dukuh Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Ketinggian Gunung Guntur ini kurang lebih 2.249 mdpl. Rute perjalanan saya berangkat dari Bandung ke base camp Gunung Guntur sekitar 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Sesampainya di base camp saya dan kawan kawan melakukan pendaftaran terlebih dahulu tariff pendaftaran sekitar Rp.15.000 per orang.

Perjalanan dari kaki gunung sekitar pukul 19:00 WIB, dimulai dengan menulusuri jalan datar berbatu menuju pos awal. Setelah sampai pos awal saya dan kawan" mengistirahatkan sejenak lelahh sebelum pendakian yang sebenarnya di lakukan, Gunung ini cukup extream sebenarnya dan tidak di sarankan untuk pemula. Pendakian cukup terjal memang karena tidak di buatkan rute khusus untuk ke puncak.

Saya pun melanjutkan kan perjalanan dari pos satu ke pos 2 pendakian di saat perjalanan kita melewati sungai dan melewati track berbatu yang dapat membuat nafas anda ter engah engah untuk menaklukkan an track tersebut agar bisa sampai di pos 2 pendakian. Hati hati track batu nya cukup licin dapat membahayakan keselamatan kalian. Waktu perjalanannya dari pos 1 ke pos 2 dua kurang lebih sekitar 2 jam lamanya. Kami pun memilih untuk istirahat' di pos 2 agar tenaga bisa kembali terkumpul untuk melanjutkan kan perjalanan ke pos 3 memang sih jarak pos 2 ke pos 3 tidak terlalu jauh. Sambil istirahat tak mau terlewat kita pun berfoto sejenak hehe

Waktu sudah menunjukan pukul 23;00 WIB. Kami memutus kan untuk melakukan perjalanan.Track perjalanan ke pos 3 tidak begitu sulit cukup landai. kami akhirnya tiba di pos 3 pada pukul 23:45 WIB. Eits ingat sebelum memasang tenda lakukan terlebih dahulu untuk melapor kepada petugas yang sedang berjaga di pos 3. Akhirnya kami pun memutuskan untuk  memasang tenda pada pukul 00:00 WIB .

Wuh dingin,masak mie, lumayan jadi sedikit hangat, Sambil cerita cerita dulu sebelum menjelang tidur. Pukul 01:00 malam kita tidurr.

Pagi menjelang pukul 08:00 pagi hari cuaca nya cukup cerah,kita sudah terbangun untuk menuju ke puncak.
Hati hati tersesat karena di tengah jalan sudah ditutupi kabut sehingga kita tidak bisa melihat teman yang jauh di depan kitaa, jaga jarak padaa saat melakukan pendakian agar bisa saling tolong menolong untuk sampai ke puncak.
Lanjut pantang menyerah menuju puncak. Jalan sudah cukup terjal dan berbatu. Sempat beberapa kali istirahat dulu untuk minum dan menunggu anak anak yang tertinggal di belakang.Perjalanan kita menuju puncak kurang lebih sekitar 5 jam perjalanan.

Cukup aneh juga,seharusnya di puncak gunung kan dingin,tapi di puncak Guntur ini kami kepanasan , karena memang gunung Guntur ini termasuk gunung aktif jadi kita bisa merasakan panasnya isi gunung ini. Wuah,indahnya pemandangan alam di atas gunung dengan cuaca cerah seperti ini.
Ig @azmansyakur10







Masih kepo tentang Gunung Guntur via Cikahuripan?

Tanya jawab disini
Penulis : instagram @azmansyakur10
Editor   :  viapendaki

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja