Langsung ke konten utama

Lawu via Cemoro Kandang Start Jogja

Berikut ini adalah pengalaman pendakian gunung lawu via cemoro kandang.

Start jogja - basecamp cemoro kandang
Saya berangkat dari jogja menuju basecamp pendakian gunung lawu (via cemoro kandang) sekitar jam 8 malam dan sampai sekitar pukul 12, sesampainya di basecamp mengisi identitas dll dan ada larangan - larangan yang harus ditaati oleh para pendaki diberitahukan oleh pihak basecamp. Membayar (10rb/org) ( kalo ngga salah. lupa hehe) dan kami tidak langsung naik jadi menginap dulu di basecamp.


Lawu via jalur cemoro kandang, area basecamp

Pendakian dari basecamp - pos 1
Paginya sekitar jam 8 kami mulai naik dan jangan lupa berdoa dulu sebelum memulai perjalanan. Jarak dari basecamp ke pos 1 lumayan jauh tapi rute masih tanah. Di pos 1 juga terdapat warung yang berjualan minum dan makanan.

Pos 1 ke pos 2
Kemudian Melanjutkan perjalanan sampai ke pos 2 (tamansari atas) kondisi kabut melalui jalan kanan kiri pohon dg kondisi kering. Sepanjang pos 1 ke pos 2 ada jalanan menanjak tetapi tidak terlalu berat medannya.
Pos 2


Pos 3
Didekat pos 3 terdapat mata air yg dapat digunakan apa bila kehabisan stok air minum.

Pos 4
Dari pos 3 ke pos 4 ini rutenya berat naik terus dan tanahnya yang licin. Sampai di pos 4 kami memutuskan untuk membangun tenda karena kondisi yg sudah lelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 11 jam.



Pos 4 - puncak
Pagi nya setelah sarapan kemudiaan melanjutkan perjalan ke puncak dan tidak membawa apa - apa, tenda masih berdiri di pos 4. Dari sini mulai rute jalannya bener - bener harus hati - hati karena kondisinya yang naik dan berbatu dan akhirnya setelah kurang lebih dua jam perjalanan  sampai juga di puncak hargo dumilah 3265mdpl. Alhamdulillah..

Dokumentasi puncak




Warung legendaris mbok Yem


Dokumentasi lainnya
 




Kembali ke basecamp
Yaaaaa cukup lama kami dipuncak kemudian turun menuju warung mbok yem yang berada dekat dengan puncak. Tapi belum beruntung disaat kami kehabisan stok air di tempat mbok yem pun juga sudah habis akhirnya teman saya mncari mata air yang berada lumayan jaraknya dengan tempatnya mbok yem. Oya sebelumnya kami punya teman baru yg dari awal pos 2 bertemu dan akhirnya naik bersama sampai puncak dan rombongan kami dibantu oleh mereka pada saat kami kehabisan air di puncak sebelum teman kami mencari mata air. Setelah itu kami Memutuskan untuk turun dan mengemas barang - bareng untuk menuju kembali ke basecamp lagi tak lupa kami membawa turun sampah yg kami bawa. Alhamdulillah tidak ada halangan apapun selama perjalanan pendakian gunung lawu.

Saran pendakian lawu via cemoro kandang
Bawa saja obat - obatan, logistik yang cukup, bawa jaket khsusus pendakian.


Penulis
instagram @mulaniiiiii

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad