Langsung ke konten utama

Lawu Via Cemoro Kandang Turun Cemoro Sewu


Saya dan tim  berencana melakukan pendakian Gunung Lawu naik melalui jalur Cemoro Kandang dan turun melalui Cemoro Sewu. 

Jalur pendakian dari cemoro kandang mempunyai panjang jalur kurang lebih 12 km dikarenakan tipe jalurnya yang relatif landai. Gunung Lawu merupakan gunung api yang memiliki 3 puncak yaitu puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah yang merupakan puncak tertinggi. Ada 3 jalur pendakian gunung Lawu yang biasa dilewati pendaki, yaitu jalur Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, dan Candi Cetho. Untuk mencapai basecamp Cemoro Kandang/Cemoro Sewu, jika dari arah barat kita terlebih dahulu harus menuju kota Solo dan turun di Terminal Tirtonardi. Perjalanan dilanjutkan dengan naik Bus Langsung Jaya atau Rukun Sayur menuju Terminal Tawangmangu. Dari Tawangmangu kita bisa naik angkutan colt L300 turun di Cemoro Kandang/Cemoro Sewu. Jika dari arah timur, bisa naik kereta atau bus langsung ke Madiun, dari Madiun cari bus jurusan magetan. Lalu turun terminal magetan. Di terminal magetan cari colt L300 turun di Cemoro Kandang/Cemoro Sewu. Biasanya, colt terakhir beroperasi sekitar jam 5 sore.
Peta Jalur cemoro kandang dan cemoro sewu Gunung Lawu


Saya dan tim (jumlah 4 orang) dengan mengendarai motor, berencana melakukan pendakian Gunung Lawu naik melalui jalur Cemoro Kandang dan turun melalui Cemoro Sewu. Pendakian gunung lawu via cemoro kandang membutuhkan waktu 8-9 jam. Sedangkan untuk trek di jalur pendakian via Cemoro Sewu berupa tanjakan berbatu dengan waktu tempuh lebih singkat. Sebelum melakukan pendakian, Kami harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Di sini untuk ijin pendakian, para pendaki akan dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000/orang yang sudah mencakup asuransi. Di depan pos pendakian terdapat banyak warung-warung makan. Kami menyempatkan diri untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum memulai pendakian. Perjalanan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB.



  Foto : Basecamp Cemoro Kandang


Cemoro Kandang  Pos 1
Dari Cemoro Kandang menuju Pos 1 (Taman Sari Bawah) jalur agak landai. Pos ini berada pada ketinggian 2.237 mdpl dan berjarak kurang lebih 1 jam pendakian dari basecamp Cemoro Kandang. Pos ini berupa bangunan batu dan tidak ada sumber air di pos ini. Biasanya pada hari Kamis sampai Minggu ataupun hari-hari besar, ada pedagang yang berjualan di pos ini.

Pos 1 (Taman Sari Bawah)


Pos 1  ke Pos 2
Pos 2 terletak di ketinggian 2.470 mdpl, treknya sedikit menanjak dan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari pos sebelumnya. Pos 2 ini berupa pondok dari batu dan juga sering ditemukan ada pedagang yang berjualan di pos ini.  Yang menarik dari pos ini, pendaki bisa melihat kawah Gunung Lawu yang dikenal dengan nama Kawah Condrodimuko yang sering menyemburkan asap dan bau belerang. Namun karena Kami melakukan pendakian pada hari yang sudah petang, Kami tidak melihat kawah tersebut. Di pos 2 ini kami memutuskan untuk beristirahat sejenak dan melaksanakan ibadah sholat sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan kembali.
Pos 2 (Tamansari Atas)


Pos 2  Pos 3
Sebelum sampai di pos 3, Kami melewati pos bayangan berupa bangunan pos permanen yang diberi seng. Waktu tempuh ke pos bayangan ini kurang lebih 1 jam dari pos 2.
Pos Bayangan
Dari pos bayangan menuju pos 3 jalur yang dilewati melingkar-lingkar menyusuri tebing batu yang sempit dan menyusuri lereng puncak Cokro Suryo.
Jalur Pos 2 menuju Pos 3
Di tengah perjalanan, Kami menemukan mata air yang tepat persis berada dipinggir jalan setapak. Menurut Kami, jalur ini merupakan jalur paling panjang dibanding jalur menuju pos-pos yang lain. Dan setelah berjalan kaki sekitar 2 jam (waktu normal 1,5jam), akhirnya sampailah kami sampai di pos 3 sekitar pukul 22.00 WIB. Pos 3 ini terletak di ketinggian 2.780 mdpl. Disini Kami memutuskan untuk mendirikan tenda karena melihat kondisi tim sudah cukup lelah. Perjalanan akan kami lanjutkan subuh.
Pos 3 (Pengik)
Pemandangan di depan pos 3


Pos 3  Pos 4
Pukul 04.00 WIB Kami mulai bangun, masak, sholat dan persiapan melanjutkan pendakian. Sekitar pukul 05.00 WIB setelah selesai packing, Kami mulai berangkat dari pos 3 menuju pos 4 (Cokro Suryo). Pos 4 ini sangat luas dan memiliki sebuah bangunan baru beratap seng, akan tetapi pada pos ini tidak terdapat sumber mata air. Sebelum pos ini kita akan menjumpai sebuah mata air yang bernama Sendang Panguripan. Pos 4 ini disebut Cokro Suryo karena dilokasi pos ini terdapat batu berukir peninggalan zaman Majapahit. Jarak tempuh ke pos ini kurang lebih 1,5 jam dari pos sebelumnya. Kami sampai di pos ini kurang lebih jam 07.00 WIB. Di pos 4 Kami tidak berhenti untuk istirahat karena mengejar target waktu ke puncak jadi langsung melanjutkan perjalanan menuju pos selanjutnya, yaitu pos 5.
Pos 4 (Cokro Suryo)



Pos 4  Pos 5
Jarak tempuh dari pos 4 menuju pos 5 kurang lebih 30 menit dengan trek yang menurun dan pindah punggungan. Pos 5 (Perapatan) ini merupakan satu-satunya pos Cemoro Kandang yang tidak mempunyai bangunan pondok. Pos ini merupakan sebuah tanah lapang dan di pos ini juga merupakan sebuah perapatan. Jika kita memilih jalur kekanan Ke arah puncak Hargo Dumilah, kekiri ke Hargo Tiling, sedangkan lurus ke Hargo Dalem. Pos ini sudah dekat jaraknya dari Hargo Dalem dan tidak ada sumber mata air. Di Hargo Dalem ada warung makan yang sudah dikenal para pendaki, yaitu warung Makan Mbok Yem. Untuk mempersingkat waktu perjalanan, Kami memilih untuk langsung menuju Puncak Lawu, yaitu Puncak Hargo Dumilah.
Pos 5 (Perapatan)



 PUNCAK HARGO DUMILAH
Puncak hargo dumilah merupakan puncak tertinggi dari tiga puncak yang ada di gunung lawu. Ketinggian puncak ini 3265 mdpl. Trek menuju puncak menanjak 45 derajat, menurut Kami jalur ini merupakan jalur dengan medan paling berat diantara jalur menuju pos-pos sebelumnya. Sekitar pukul 09.00 WIB Kami tiba di Puncak Hargo Dumilah.

Puncak Hargo Dumilah 3265 mdpl

Puncak Menara (Sebelah puncak Hargo Dumilah)
Di tempat ini juga banyak terdapat daerah yang cukup lapang untuk mendirikan dome / tenda. Puncak ini terdapat sebuah tugu yang terbuat dari semen. Dari puncak ini kita bisa melihat daerah kawah gunung yang datar yang biasa digunakan oleh para pendaki untuk mengukir nama mereka dengan menyusun batu batu. Sehingga terlihat cukup menarik dari puncak ini.
Pemandangan Kawah Gunung Lawu (jangan fokus ke orangnya, hehe)

Sesegera mungkin Kami membongkar packing-an dan mengeluarkan peralatan masak untuk membuat secangkir kopi dan teh. Sekitar 1 jam Kami beristirahat di Puncak, berfoto-foto dan melepas lelah, akhirnya jam 10.00 WIB Kami memutuskan untuk turun.
Istirahat di Puncak


Kami memilih turun melalui jalur Cemoro Sewu yang dirasa akan lebih cepat agar sampai di basecamp tidak terlalu sore. Tidak banyak yang bisa diceritakan dari jalur Cemoro Sewu, karena Kami memilih untuk tidak banyak beristirahat di setiap pos-pos yang Kami lewati. Turun dari puncak Kami menuju ke Sendang Drajat, disini Kami menyempatkan diri untuk mencuci muka dan mengambil 2 botol air untuk persediaan minum selama perjalanan turun. Di Sendang Drajat terdapat rumah penduduk yang berupa shelter dan warung.
Sendang Drajat


Setelah selesai cuci muka, Kami melanjutkan perjalanan lagi. Pos demi pos Kami lalui, tidak banyak istirahat selama perjalanan turun, hanya menyempatkan waktu untuk berfoto-foto saja. Berikut beberapa hasil foto-foto kami selama perjalanan turun :





 

Kami tiba di basecamp Cemoro Sewu kurang lebih sekitar jam 15.30 WIB. Istirahat sebentar sambil memasak sisa bekal yang masih ada.


 

Pos Cemoro Kandang dan Pos Cemoro Sewu jaraknya cukup dekat, dan melewati jalan raya. Setelah mengisi perut, Kami kemudian packing dan kembali kaki menuju ke pos Cemoro Kandang untuk mengambil motor yang Kami titipkan di basecamp.

Baca juga
Klik : Tips Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Catatan :
Beberapa foto dan informasi saya ambil dari google dengan maksud untuk berbagi informasi saja kepada pendaki lain. Terimakasih. Salam Lestari!


Penulis:
Ig @atiika_tiko

Editor ;
Tim Viapendaki
Ig official @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad

Apa yang harus dilakukan jika Tersesat di Gunung?

Foto oleh @yudapurnawirawan Berikut beberapa tips supaya Anda dapat pulang dengan selamat Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk melakukan pendakian di gunung, kemungkinan Anda akhirnya akan tersesat juga. Ini juga terjadi bahkan untuk para pendaki berpengalaman. Salah satu kunci untuk kelangsungan hidup Anda adalah dengan membuat rencana pendakian yang matang dan memberitahukan rencana pendakian anda kepada seseorang. "Sudah lama sejak aku tersesat," kata Tim Glover, seorang ahli pendakian yang menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk hiking di pegunungan Virginia dan North Carolina. "Saya merencanakan ke depan dan benar-benar memeriksa jejak peta sebelum aku pergi. Saya selalu memberitahu seseorang di mana aku akan pergi mendaki dan hari dimana saya kembali turun pendakian. " Jika Anda tidak kembali tepat waktu, Glover menjelaskan, teman atau anggota keluarga Anda akan tahu dan melaporkan ke pihak berwajib untuk memberi peringatan dan memulai misi pen