Langsung ke konten utama

Pendakian Menuju Gunung Kelud via tulungrejo



Pendakian menuju gunung kelud kami lkukan di tahun kemarin tepatnya di tanggal 5-6 september 2015. Rombongan saya hanya berjumlah 4 orang saja. Saya berangkat dari malang sekitar pukul 5 sore sampai di Blitar tepatnya di daerah wlingi kira - kira  pukul 6 malam. Dari daerah wlingi ikuti ke arah gandusari, kemudian dari gandu sari ikuti ke arah batu, nanti akan lewati kebun teh kemudian ikuti terus jalannya hingga masuk di kawasan desa tulungrejo. Sesampainya di desa tulungrejo ikuti jalannya kemudian ada pertigaan, kalok belok kanan ke arah batu, itu ambil belok ke kiri masuk ke perkampungan warga, kemudian lurus terus ikuti jalannya kmudian ada pertigaan lagi belok kanan, kemudian ikuti saja jalan tersebut hingga rumah warga yang terakhir yaitu pos perijinan pendakian ke gunung kelud. Kami disana bertemu dengan bapak dasuki pemilik rumah atau juga bisa disebut penjaga pos perijinan ke gunung kelud. Disana diwajibkan untuk mengisi data diri di buku tamu. Dan juga kami sarankan untuk meminta no telepon dari bapak dasuki, buat jaga - jaga aja kalau ada apa - apa  di jalan :D. kebetulan saat itu kami memilih pendakian pada malam hari, jadi kami diantar oleh bapak dasuki  menuju titik awal pendakian kurang lebih 500 meter dari pos perijinan atau rumah beliau.

Perjalan dimulai kira - kira pukul 19.00. setidaknya ada 3 pos selama pendakian ini, perjalanan ke pos 1 yaa cukup lumayan hampir naik terus namun relatif enak. Sampailah di pos 1 kurang lebih memakan 45 menit, pos ini merupakan bangunan yang lumayan nyaman utk beristirahat dengan atap yang tertutup. Dilanjut ke pos 2 setelah menaiki tanjakan yg berada pos 1 ada persimpangan 2 jalur, kata bapak dasuki suruh ambil jalur ke kiri, jalan ini cukup rimbun pepohonannya dan semak belukarnya yang luyamn tinggi hingga menutupi jalan, agak menguras tenaga karena banyak tanjakan. Cukup capek untuk melewati tanjakannya, lumayan bikin ngos-ngosan :D. beda dengan pos 1, pos 2 tidak ada bangunannya sama sekali, hanya sebidang tanah datar yang bisa untuk mendirikan tenda, kami berniat beristirahat dan mendirikan tenda di pos 2 ini dan melanjutkan perjalanan di ke esokan hari.

Kira - kira pukul 05.00 pagi kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke pos 3, lumayan landai perajalan ke pos 3 tanjakan tidak begitu berat, kira - kira 30-40 menit sampai di pos 3. di pos 3 kami sudah dimanjakan pemandangan yg amazing :D. langsung saja melanjutkan perjalanan ke puncak, dihadapkan dengan turunan yg sangat curam dan awan yg menghalangi jarak pandang kami dan juga semak belukar yang tingginya 1-2meter cukup merepotkan kami, keluar dari rimbunnya semak belukar tersebut kami langsung dihadapkan dengan trek tanjakan menuju puncak yang dominan berpasir dan bebatuan kecil. Tanjakan langsung dihadapkan pada kami, entah berapa lama waktu yang di tempuh dari pos 3 ke puncak gak liat jam soalnya gan :D. sempat salah pilih jalur untuk ke puncaknya gan, cukup berbahaya sedikit kayak climbing di tebing :D. senang, capek, puas campur aduk lah gan udah sampai puncaknya g.kelud :D. kami pun sedikit mengabadikan kecantikan di puncak g.kelud dengan jepretan kamera yang kami bawa.




Setelah itu kami bergegas kembali turun untuk menuju pos 3, di tengah perjalan kami sempat kehabisan air minum :D, sempat bingung gan :D, salah satu temanku sempat mencari sumber air namun sulit untuk menjangkaunya karena jalannya curam :D, kami tetap saja menerusakan perjalanan hingga di pos 3, beruntung sekali kami bertemu dengan bocah - bocah sd dari desa tulungrejo kurang lebih 6-7 anak, gilak masih sd weekendnya maen ke gunung gan anak sd desa sana :D.



kita tanya mereka “ada air minum lebih gak dik?” ternyata mereka bawa banyak air lebih dan kami pun barter dengan sisa makanan yg kami bawa dengan air minum mereka :D :D. dari pos 3 sampai ke rumah bapak dasuki lancar - lancar saja gan selamat sampai akhir :D langsung disambut dengan istri bapak dasuki dengan membawakan secangkir kopi :D ohh iyaa itu tarif nitip motornya dirumah bapak dasuki kita ngasihnya seiklasnya aja gan, kami juga sempat ngasih ke anaknya bapak dasuki buat beli jajan :D:D
yaaaa itulah gan sedikit cerita dari saya :D

Berikut dokumentasiya







Jika ingin bertanya - tanya, bisa bertanya  langsung ke kontak di bawah ini.


Penulis:
Adi Firianto

Instagram
@adifirianto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja