Langsung ke konten utama

Pendakian Merbabu Via Wekas, View 3 Puncak


ini cerita perjalanan kami mendaki Gunung Merbau via Wekas. Kami pendaki dari jogjakarta khususnya UII, bertepatan dengan adanya acara sipil mendaki 2016, yang pesertanya 65 orang diantaranya diisi 5 cewek dan 60 cowok. Biaya pendakian untuk administrasi mencakup transportasi snack dll selama perjalanan sampe basecamp 60rb rupiah transportasi truck, rincian sewa  basecamp full room dan asuransi, kalau untuk kelompok yang kisaran 6 orang biasanya biaya tiket masuk 15 rb. Karena waktu itu kami KKN di desa genikan jadi kalau ke merbabu gratis tanpa dipungut biaya hehehe. Untuk logistik per orang kita biasa mengeluarkan budget plus minus 50 rb itu sudah makan yang layak (bukan indomie dan sarden). Di wekas ini sudah kaya kampung sendiri, banyak kenal sama warga sana waktu KKN terus retribusi dan logistik gratis plus di temani sama pemuda sana juga.


Oh iya 50 rb itu logistik buat nyantai dipuncak sampe 4 hari, Kalau jalur via wekas dari basecamp menuju pos 2 tempat flyingcamp yang asik dibutuhkan waktu 4 jam normal dan bisa 8 jam kalau ada hambatan. Di pos 2 ada sumber air yang sudah di sediakan menggunakan pipa. Lumayan hemat air untuk masak dan cuci alat - alat. Dari pos 2 merbabu kita bisa dapat 3 puncak yaitu pn syarip, pn kenteng songo dan pn triangulasi, untuk menuju ke puncak triangulasi di butuhkan waktu plusminus 2 jam kemudian lanjut ke kenteng songo 2,5 jam dan lanjut ke triangulasi 15 menit. Karena jalur wekas terletak ditengah - tengah maka bisa dapat melihat bonus view 3 puncak sekaligus. Oh iya di musim tertentu ada yang namanya *mbun upas* biasanya dipuncak musim kemarau kisaran bulan agustus mbun upas itu embun yang bisa mencapai kristal es di dedaunan itu bisa nusuk di bibir jd kering terus berdarah.


Jalur wekas cukup jelas dikarenakan di sepanjang jalur menuju pos 2 ada terlihat saluran pipa sumber air minum warga lereng merbabu. Jadi untuk pemula dan yang belum pernah mendaki merbabu jangan khawatir.

Di pos 3 ada lapangan helipad yang disana juga ada batu tulis, tempat untuk nulis - nulis pakai batu
Batu tulis / watu tulis, kita bisa nulis - nulis dengan menyusun batu.



Setelah pos 3 maka kita akan melewati jembatan setan gunung merbabu atau juga biasa disebut tebing kematian. Kita harus berhati - hati karena medannya sangat extrem. Jembatan setan itu sebenarnya punggungan bukit yang lumayan ekstrim . Jembatan setan bisa ga di lewati asalkan lewat jalan disamping kiri jembatan setan terus lewati pinggiran bukit. Kalau jembatan setan versi kami itu susah karena dia punggungan bukit yang lebarnya sekitar 60cm dan samping - sampingnya jurang jadi jalannya gesek pantat pelan - pelan.Tapi kalo jembatan setan versi orang - orang yang saya bilang tebing kematian itu biasanya dipasang tali tapi terkadang talinya lepas jadi cuma tetap di cek walaupun ada talinya, itu kalo jatuh ke belakang ya sudah jurang - jurang bersemak.





Di jalur wekas Desa Gedakan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang terdapat banyak basecamp yang semua warga welcome sama pendaki. Untuk jalan dari magelang kota sampai basecamp yang lewat jalan via Kopeng saat ini masih halus dan aksesnya sangatlah mudah. Kita  juga banyak dimanjakan dengan pemandangan dan keramahan warga sana.

Untuk jalur pendakian Gunung Merbabu sendiri yang merupakan jalur resmi itu ada 5, yaitu jalur via selo di Boyolali, suwanting, wekas, chuntel, thekelan. Untuk jalur yang ngga resmi itu ada jalut mrijan, jrakah, tretes, pantaran semuncar, sipendok, nagrong. Kalo sampai di puncak triangulasi bisa turun ke jalur selo sebaliknya kalo dari selo turunnya bisa lewat wekas atau cuntel.
Puncak Trianggulasi
foto oleh @deniezcoox

Sekian dulu cerita kami pendaki dari jogjakarta *pancen oye* yang penting jaga kelestarian gunung - gunung yang didaki karena disanalah tempat - tempat refresing yang seru sunyi damai dan sejuk segar.

Tanya jawab bersama
Penulis :
Instagram @deniezcoox

Editor :
Tim viapendaki
Ig official @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja