Langsung ke konten utama

Cara Mengatasi Hypothermia di Pendakian


Sebagai seorang pendaki dan petualang sejati, kalian pasti pernah mendengar kata hypothermia bukan?

Hypothermia ini adalah keadaan EMERGENSI dimana tubuh kehilangan panas yang menbuat suhu tubuh berada  dibawah angka normal. Tentunya KEADAAN INI AKAN MENGANCAM NYAWA kita.

Gejalanya adalah sebagai berikut

  • penurunan kesadaran,
  • nadi lemah dan cepat,
  • mengigau, 
  • bibir pucat, 
  • nafas cepat,
  • ujung tangan dan kaki dingin, 
  • kaki dan tangan kaku.


ORANG AWAM SERING MENGIRA BAHWA KORBAN SEDANG MENGALAMI KESURUPAN. Bukan, itu adalah gejala hypotermia.


penanganan hypotermia ini antara lain

1. Ganti pakaian korban yang basah dengan pakaian kering yang tebal dan hangat.

2. Berikan sumber kehangatan seperti plastik isi air hangat / warming pad / handuk tebal hangat pada lokasi - lokasi pembuluh darah besar seperti gambar diatas. Atau gosok - gosok badan korban dengan tangan kalian, berikan pelukan.

3. Selimuti korban dengan lapisan trashbag + selimut tebal / sleeping bag +  jas hujan, agar korban tidak terkena angin dan udara dingin.

4. Segera bawa ke pos kesehatan terdekat atau bawa kembali ke basecamp. Jangan dibawa naik ke pendakian karena hawanya akan semakin dingin yang dapat memperparah hypotermia.

5. Sebelumnya jangan diberikan apapun seperti makannan ataupun minuman saat korban mengalami penurunan kesadaran yang ditandai dengan lemas /  tidak tersadarkan diri. Jika korban sudah sadar, berikan minuman hangat secukupnya.

Itulah ciri - ciri hypotermia dan cara penanganannya. Semoga bermanfaat.


Tim VIApendaki, ig official @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja