Langsung ke konten utama

Cara Mengatasi Keseleo / Engkel Kecetit di Pendakian



Ankle Sprain, atau yang biasa  kita kenal sebagai keseleo engkel / engkel kecetit. Pasti kita semua pernah melihat atau mengalaminya kan? Lalu bagaimana  cara untuk penanganannya?

Dalam  penanganan ankle sprain atau keseleo ini adalah mudah, kita cukup ingat dengan "RICE". Bukan nasi di warung Mbok Yem ya, hehe. Ini adalah singkatan untu melakukan prosedur penanganan keseleo. Oke berikut penjelasannya :

R: Rest, yaitu dengan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera / keseleo tadi dan jangan paksakan untuk melanjutkan perjalanan pendakian ataupun aktifitas yang menggunakan bagian keseleo tersebut. Bagian tubuh yang keseleo harus diistirahatkan dan tidak boleh melakukan banyak aktifitas. Melakukan banyak aktifitas dengan bagian tubuh yang cedera akan semakin memperparah luka tersebut. Jika dalam pendakian sudah tidak memungkinkan, sebaiknya cari tempat datar, stirahat dan dirikan tenda. Jangan lanjutkan perjalanan.

I: Ice, yaitu dengan memberikan kompres es batu. Tujuan pengompresan ini adalah untuk mengecilkan bagian pembuluh darah di bagian yang cedera agar mengurangi pembengkakan. Tahapan ini dilakukan jika tersedia es batu, jika tidak ada, kita dapat melanjutkan ke ketahapan selanjutnya


C: Compression, berikan tekanan pada area yang cedera, yang bertujuan untuk mengurangi pergerakan dan mencegah cedera lebih parah.

E: Elevation, yaitu dengan membaringkan pasien, kemudian tinggikan bagian yang cedera sekitar 20-30 cm diatas permukaan tanah. Tujuan elevation ini adalah  untuk mengurangi suplai darah ke area cedera, ini berfungsi untuk mengurangi pembengkakan pada area cedera.

Gampang kan? Hal mudah dan simpel seperti ini sering kita lupakan tapi manfaatnya penting. So, inget - inget aja ya guys.


By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja