Langsung ke konten utama

Istilah Tik - Tok di Pendakian Gunung


Apa itu tik - tok? Tik - tok adalah sebuah istilah di pendakian gunung.

Biasanya ada pendaki gunung yang melakukan pendakian hanya sebentar saja, mungkin untuk survei tempat, seperti medan, dan lama waktu pendakian, karena akan melakukan sebuah acara bersama di gunung. Nah itu bisa kita sebut Tik - Tok. Jadi tik tok itu mendaki gunung hanya dalam hitungan beberapa jam tanpa membuat tenda ataupun perbekalan yang berarti, kemudian setelah naik beberapa saat langsung turun kembali. Tentunya, tik tok biasanya dilakukan di gunung - gunung yang relatif rendah dan waktu untuk menuju puncaknya hanya ditempuh beberapa jam saja, semisal hanya 4 jam atau 2 jam saja. Namun, tik - tok ini juga tidak harus sampai puncak, semisal hanya sampai di beberapa posnya saja.

Contoh tik - tok ke gunung Prau, Dieng
Beberapa waktu lalu, kami mengadakan perjalanan survei perjalanan menuju pendakian Gunung Prau. Perbekalan yang kami bawa hanyalah Roti, dan minuman botol. Kebetulan kami hanya dua orang saja. Untuk persiapan sendiri, kami hanya membawa ransel kecil yang hanya di isi dengan perbekalan tadi. Pakaian yang kami pakai hanyalah jaket biasa, baju kaos dan celana olahraga pendek. Tak lupa juga bawa mantel untuk keselamatan perlindungan dari hujan. Estimasi waktu yang kamk tanya - tanyakan kepada para pendaki, katanya 4 jam sampai puncak.

Kami melakukan pendakian mulai dari jam 8 pagi, menyusuri ladang warga yang becek, saat itu musim hujan, setelah menyusuri hutan dan tanjakan terjal. Di setengah perjalanan, kami bertemu dengan ibu - ibu pendaki asal jogja yang turun pendakian, ya kira - kira umurnya 50 - an tahun. Masih kuat ya nek? Kami sempat berbincang sebentar dan nenek itu menanyakan mau ngapain kok ndaki pagi - pagi begini? Kami jawab, mau survey puncak buk. Ibu, oh tik - tok ya? Iya bu. (Inti percakapan). Akhirnya sampai di puncak jam 10 kurang. Terasa mudah dan cepat karena tidak membawa beban berat.

Kemudian checking tempat, setelah cek, ternyata puncak prau ini cocok untuk melakukan kegiatan seperti upacara hari nasional maupun upacara pelantikan. Puncak gunung prau ini sangatlah luas.

Setelah selesai checking, kemudian kami makan - makan dan minum sebentar dan langsung turun kembali. Hanya ditempuh 1 jam saja, benar saja, kami juga menyalip lagi ibu - ibu tadi yang papasan di pendakian saat naik.

Itulah istilah tentang tik - tok di pendakian dan pengalaman kami melakukan tik - tok di gunung prau. Sudah faham apa itu tik - tok?

Tim viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja