Langsung ke konten utama

Kegunaan Tongkat Gunung (Trekking Pole)

instagram.com/maicathought

Trekking pole atau tongkat gunung, di Indonesia ini masih cukup jarang yang menggunakannya. Kebanyan pendaki di indonesia memakai satu tongkat saja.

Trekking pole ini mempunyai desain yang menarik dan mudah dipegang. Pada bagian ujungnya juga didesain khusus agar mudah untuk mencengkram medan. Selain itu ada juga yang dilengkapi dengan senter dan kompas yang membuat lebih praktis dan mempunyai banyak manfaat.

Tetapi apakah tongkat gunung ini mempunyai manfaat untuk perjalanan di pendakian gunung?

Tentu saja mempunyai manfaat, diantaranya adalah :

1. Meminimalisir lelah
Pemakaian tongkat gunung ini akan mengurangi lelah dan memudahkan  kita selama pendakian karena selain bertumpu pada kaki, badan juga bisa bertumpu lada tongkat.

2. Memudahkah pendakian
Dengan bertambahnya tumpuan badan, tentunya pendakian akan semakin ringan. Akantetapi sebaiknya hati - hati, jangan terlalu bertumpu pada tongkat, siapa tahu nanti amblas.

3. Meningkatkan keseimbangan
Tongkat ini akan membantu kita semisal ketika kita agak condong miring ke kanan karena suatu hal, maka kita dapat menjadikan tongkat sebagai tumpuan agar kita tidak terjatuh.

4. Memudahkan memilih jalur
Kita bisa memilih atau mengecek jalur yang labil dengan menggunakan tongkat tersebut.

5. Turun dari pendakian
Kegunan yang cukup besar pengaruhnya adalah ketika turun dari pendakian. Kita dapat menjadikan tongkat inj sebagai tumpuan agar tidak tergelincir. Gunakan di samping badan dengan dua tongkat kanan kiri jika medannya terjal dengan kemiringan tinggi.

Tidak percaya? Silahkan coba pakai.

Itulah beberapa manfaat penggunaan trekking pole / tongkat pendakian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja