Langsung ke konten utama

Logistik yang Harus Dibawa Saat Pendakian


Pendakian gunung itu perlu persiapan yang matang, apalagi tentang masalah logistik.

Apa saja barang logistik yang perlu kita bawa di pendakian? Berikut logistik yang perlu kita bawa :

Air
Kita perlu menyiapkan air putih. Biasanya untuk satu malam pendakian, kita membawa 2 botol air putih ukuran 1,5 liter. Kebutuhan air ini untuk minuman, memasak air hangat untuk kopi, teh, wedang jahe, pipis dll. Pipis bisa pakai tisu basah saja / tayamum pakai daun.

Roti
Makanan ini sebagai cadangan makanan saat pendakian. Juga bisa sebagai menu di perjalanan pendakian. Bawalah roti yang banyak sebagai cadangan. Biasanya ketika muncak, kita hanya bawa logistik minuman, roti dan camilan. Lainnya ditinggal di tenda.

Camilan
Kita bisa bawa camilan makanan ringan seperti kacang, atau keripik. Akantetapi biasanya makanan seperti ini membuat kita cepat haus.

Roti gandum
Juga bisa dibawa, walaupun ukurannya kecil, tetapi memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Bisa dijadikan untuk menu perjalanan pendakian sebagai pengganti gula jawa.

Cokelat batang
Kita bisa membawa cokelat batang sebagai cadangan makanan pengembali energi. Barang logistik kecil ini sangat bermanfaat untuk penambah energi

Minuman penghangat
Kita bisa membawa jahe bubuk untuk penghangat tubuh. Ataupun membawa kopi juga bisa.

Madu
Bisa sebagai penambah energi, untuk obat

Buah - buahan
Nah, ini juga wajib dibawa. Buah ini berguna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita selama pendakian

Untuk makanan utama di tenda
Ketika sudah mendirikan tenda, tentunya kita perlu makanan supaya kenyang. Biasanya kita bisa memakai nasi sebagai pemenuhan karbohidrat. Caranya, kita memasak nasi dengan diberi garam, bawang putih halus pada masakannya. Lalu masak sampai matang. Jika sudah matang kita bisa menambah dengan bawang goreng. Lalu kita bisa menambah dengan menu lain seperti nugget, bakso, dan tempe. Jika masih dirasa kurang, kita bisa membawa sayuran cepat saji. Yaitu sayur yang sudah diiris - iris, bumbunya disiapkan dari rumah dan di pendakian sudah siap dimasak. Jangan bikin mie instan lah ya, karena tidak sehat. Kalau mau bikin mie instan, pastikan kalian punya menu lengkap, ada buah, susu, sayur dll sebagai penetral.

Itulah beberapa logistik makanan yang perlu kita bawa.

Untuk logistik baju
Di pendakian 1 hari, bawalah 3 pakaian dan 2 celana. 1 baju untuk pendakian, 1 baju untuk tidur / sekalian ke puncak, 1 baju cadangan. 1 celana untuk pendakian, 1 celana untuk tidur dan pendakian ke puncak. Usahakan ada 1 celana dan 1 pakaian yang tetap kering, bisa dijadikan pakian ganti seumpama kehujanan. Untuk celana, sebaiknya pakailah celana non jeans. Pakai celana yang agak longgar agar nyaman saat bergerak.

Logistik perlengkapan tidur kelompok

  • Bawa tenda tentunya
  • Matras dan sleeping bag masing - masing satu untuk setiap orang, jika dingin bisa saling berhimpitan / pelukan saat tidur di tenda. INGAT! Perempuan dan laki - laki bukan muhrim wajib pisah tenda.


Logistik lainnya
P3K. Bawa p3k seperlunya, antisipasi untuk pendakian

Untuk perlengkapan pribadi

  • Kaos tangan
  • Jaket tebal anti air / khusus pendakian
  • Mantel tiap anak
  • Sepatu / sendal pendakian
  • Kaos kaki, yang tebal, seperti kaos kaki TNI, bawa dobel sebagai cadangan
  • Senter / headlamp
  • Slayer, masker


Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja