Langsung ke konten utama

Mahalnya Rute Baru Papandayan via Cisurupan

Hutan Mati Gunung Papandayan
Diupdate 5 oct 2016.
Sempat, tim Viapendaki agak penasaran dengan rute baru di pendakian gunung papandayan via Cikahuripan yang katanya mahal. Hal ini kami ketahui dari akun official kami @mountnesia, ada beberapa kicauan pedas dari para instagramers  yang sempat mau ndaki ke papandayan via jalur baru maupun jalur lama yang mengeluh karena selain mahal, sekarang juga bertambah ribet. Lalu kami sempat membalas komentar beberapa instagramers sebagai berikut :


  • Akun instagram ipandinarr : Papandayan kini mahallll wa
  • Akun instagram rizallaza : Rute baru tapi mahal buat apa
  • Akun instagram nizarafifi : ah mahaaal....
  • Akun instagram ramdhani_eza : itu rute makin jauh aja mana mahall uhhhh


Lalu kami menanggapi : seberapa mahal gan?
  • Dijawab ramdhani_eza : 65 (35 pengunjung + 30 ngecamp) ribu min belum lagi parkir motor kalau bawa bayar 17 ribu
  • Ipandinarr juga menjawab : trus weekend sama hari biasa beda harga, trus kalau mau 2 hari bayar lagi -_-
  • Lalu umarprawira0294 juga menanggapi : yang ngelola pengen naik haji apa apa bayar, ngambil air aja bayar 2000


Karena kami masih penasaran, jadi kami mengajukan sedikit pertanyaan kepada akun instagram Ramdhani_eza sebagai berikut :
  • ///Gan sudah ndaki papandayan yg rute baru itu?
  • //Belum sih bang, tapi kata temen saya itu rute jauh, malah yang ndaki kebingungan kalo ga di anter sama security (guide), soalnya waktu itu gan kita kan mu ndaki , nah pas dateng ke papandayan tuh jam 7 malem, kan dulu mau jam berapa - berapa juga bisa ndaki, eh waktu itu kagak bisa, harus dianter sama security min, tapi kite nego dah, karena saya udah pernah tuh ndaki jalur yang biasa satu kali jadi ada gambaran dah meskipun malem, pokoknya sekarang mah ke ppndayan ribet,
  • ///Tambah ribet yakk, itu yang cisurupan jalur barunya?
  • //Jalur baru mah masih disitu situ aja cuman mrlipir dari jalan utama

Berikut foto tarif pendakian papandayan via cikahuripan jalur baru dengan tarif hari biasa dan hari libur, kami dapatkan dari akun instagram ipandinarr yang langsung memberikan foto ini di pm instagram kami.


Jadi, intinya jalur baru gunung papandayan yang ada di sekitar jalur lama cikahuripan itu harganya lebih mahal dan malah membutuhkan waktu yang lama dalam pendakiannya karena semakin memutar rutenya. Untuk harga di hari libur dan hari biasa juga beda. Semakin ribet bukan?

Kenaikan harga tiket masuk Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan mulai diberlakukan per 5 Juli 2016. Kenaikan harga ini adalah imbas dari alih kelola Gunung Papandayan dari pemerintah, melalui Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) kepada pihak swasta, yaitu PT Asri Indah Lestari (AIL).

Kenaikan harga ini mendapat banyak respon negatif, terutama dari kalangan para pendaki. Pasalnya, mereka kini harus membayar dua jenis tarif, yaitu tarif pengunjung dan tarif camping, untuk bisa berkemah semalam di Gunung Papandayan. Di hari libur, para pendaki harus merogoh kocek mereka sebesar 65 ribu rupiah per orang (yaitu mengeluarkan 30 ribu rupiah untuk tiket masuk dan 35 ribu rupiah untuk tiket berkemah). Harga itu juga belum termasuk tarif masuk kendaraan, tarif parkir kendaraan, dan tarif pemandu. Pendaki yang membawa kendaraan roda dua harus menambah 17 ribu rupiah untuk biaya masuk kendaraan dan 15 ribu rupiah sebagai biaya parkir, sehingga total harus membayar 97 ribu rupiah.

Baca artikel lengkapnya di bit.ly/tiketpapandayan atau langsung kunjungi www.jelajahgarut.com

Nah, Travelmate, gimana reaksi kalian terhadap kenaikan harga tiket masuk TWA Gunung Papandayan ini? Kami ingin mendengar aspirasi kalian dan menyalurkannya kepada pihak-pihak terkait. Tuliskan aspirasi kalian pada kolom komentar yang tersedia. Jangan lupa untuk membagikan berita ini di timeline kalian.

Semoga bermanfaat,
Tim Viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja