Langsung ke konten utama

Manfaat Gula Jawa Untuk Pendakian Gunung


Gula jawa / gula aren sering digunakan oleh para pendaki yang ingin menghemat biaya. Selain murah, gula jawa juga mempunyai manfaat untuk kesehatan. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

Menambah energi
Gula merah yang ada di dalam gula jawa ini mengandung banyak karbohidrat yang berfungsi untuk memberi asupan energi untuk tubuh kita. Konsumsilah gula jawa tersebut jika kalian mulai  merasa lemas ataupun lesu dalam perjalanan pendakian maupun perjalanan jauh. Glukosa yang ada dalam gula jawa cukup mudah untuk dicerna sehingga akan cepat mengembalikan energi pada tubuh kita.

Mampu untuk meredakan sakit perut
Gejala sakit perut juga bisa terjadi kapan dan dimana saja, biasanya dipengaruhi oleh faktor kesehatan dari makanan maupun minuman. Sebelum melakukan pendakian pastikan memakan makanan sehat. Namun jika sudah menderita sakit perut, maka segeralah konsumsi gula merah karena ternyata gula merah dapat mempercepat dalam meredakan rasa sakit perut tersebut. Caranya konsumsinya yaitu dengan mengambil satu gelas air hangat kemudian letakan gula merah secukupnya kedalam air tersebut, kemudian diminum.

Mencegah Anemia Saat Datang Bulan
Kadang ketika wanita melakukan pendakian gunung saat menstruasi banyak menimbulkan gangguan, Gula merah juga banyak mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, terutama untuk seorang wanita yang sering mengalami kekurangan darah atau anemia, apalagi ketika sedang haid / datang bulan / menstruasi. Caranya adalah dengan seduhkan air gula merah tersebut dalam keadaan hangat lalu minum.

Meningkatkan daya tahan tubuh di pendakian
Manfaat gula (jawa) aren asli adalah mampu meningkatkan daya tahan tubuh kita. Dari energi yang kita konsumsi dari gula jawa ini akan bermanfaat untuk tubuh kita dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Demikian ulasan tentang manfaat gula jawa untuk pendakian gunung, semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja