Langsung ke konten utama

Manfaat Madu Untuk Pendakian Gunung


Sebelum melakukan perjalanan pendakian gunung maupun petualangan alam lainnya, pastikan sudah mempersiapkan barang - barang dan konsumsi kalian. Dan jangan lupakan yang satu ini. Madu, iya madu, bawalah madu. Kenapa harus madu?

Mari kita simak 4 Fakta penting tentang manfaat dari madu. Berikut :

1. Sumber Energi yang Cepat
Madu dapat kita jadikan sebagai minuman yang berenergi alami. Adanya kandungan karbohidrat yang tinggi dalam satu sendok madu ialah sekitar 17 hingga 20 gram yang tersusun dari gula sederhana yaitu seperti fruktosa dan glukosa yang dapat langsung diserap oleh tubuh kita dalam waktu singkat, lebih cepat dari yang lainnya.  Ini sangat baik jika diminum ketika kalian beristirahat dalam perjalanan. Dalam tiga sendok madu yang ada di 1 botol air  dengan ukuran (600mL), ini bisa menjadi pengembali energi yang cepat. Tentu saja perjalananmu akan terasa lebih ringan lagi karena tenaga sudah kembali.

2. Selain sebagai pengembali energi, madu ini juga dapat dijadikan sebagai obat penyembuh atau penawar untuk beberapa jenis luka, seperti luka bakar, sayatan, lecet, dan bekas operasi.  Di bagian bedah, madu bisa mempercepat proses epitelialisasi atau pembentukan sel yanga ada di jaringan luka sekitar 2 hingga 3 kali lebih cepat. Madu juga berfungsi untuk anti-mikroba, yaitu dapat mencegah perkembangan bakteri yang ada pada area luka. Saat mengalami luka, kalian dapat mengoleskan madu hingga 3x perhari dan kemudian setrlah dioleskan bisa diperban.

3. Manfaat selanjutnya, madu juga bisa membantu untuk tidur yang lebih nyenyak. Karena adanya kandungan gula, maka dapat membuat peningkatan hormon insulin serta pelepasan hormon serotonin atau hormon kebahagian.
Selain itu, tubuh akan mengkonversi serotonin menjadi melatonin. Ini akan membuat peningkatan lama tidur seseorang dan juga tingkat kualitas tidurnYa. Kita dapat meminum 2 sdm sekitar 15 menit saat sebelum tidur. Lalu kalian bisa tidur dengan nyaman di tenda sampai pagi.

4. Madu sebagai obat batuk. Dari beberapa jurnal menunjukan bahwa madu memiliki efektifitas yg sama seperti obat dekstrometorphan dalam menekan pusat batuk di tenggorokan. 1 sendok makan madu dapat menjadi penyelemat kala kalian ketika  batuk dalam petualangan alam seperti pendakian gunung dan lainnya.

Nah itu dia fakta tentang madu. Masih banyak sebenarnya manfaat madu lainnya, tapi dasar ilmiahnya masih rendah. Jaga kesehatan, dan jangan keingat mantan! Karena luka karena mantan, gak bisa diobatin pake madu.

Sumber:
1. Kumar KPS et al., Medicinal uses and Health Benefits of Honey: An Overview. J.The.Pharm.Res., 2010, 2(1): 385-395.
2. Vallianou NG et al., Honey and its Anti-Inflamatory, Anti-Bacterial and Anti-Oxidant Properties. Gen Med(Los Angel) 2014,2:2.


By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja