Langsung ke konten utama

Menangani dan Mencegah Kram Otot di Pendakian

Pernah mengalami kram otot?
Pasti dari kebanyakan kalian pernah mengalaminya. Kram adalah suatu kontraksi singkat yang muncul secara tiba-tiba dan terasa sakit sekali di otot atau kelompok otot.  Kram seringkali dialami orang yang sehat terutama selama atau setelah melakukan olahraga keras

Kram otot disebabkan oleh beberapa hal dibawah ini, yaitu:

1. Karena kurangnya melakukan pemanasan sebelum aktifitas pendakian atau petualangan, sehingga otot kurang siap menerima beban yang kuat.

2. Banyak kehilangan cairan tubuh yang disebabkan oleh berbagai aktifitas, sehingga terjadi ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh.

3. Terlalu memaksakan diri untuk melakukan aktifitas,  membuat kurangnya aliran darah ke otot sehingga aliran darah ke otot tak maksimal yang akan menyebabkan terjadinya kram.

4. Kurangnya persiapan fisik seperti melakukan olahraga sebelum melakukan aktifitas berat seperti mendaki gunung atau melakukan petualangan dengan berjalan kaki ke tempat yang jauh.

Baca
Klik : Persiapan Fisik Sebelum Mendaki Gunung

Untuk pendaki atau petualang, kram otot ini sering terjadi pada anggota gerak bawah seperti kaki dan perut.


Berikut cara penanganannya.

Prinsip untuk penanganan pada otot yang kram adalah dengan cara menarik perlahan otot yang menderita keram. Eiittsss, jangan asal tarik yah, ini triknya.

1. Jika terjadi kram otot pada di telapak kaki bagian bawah, maka tarik jempol secara perlahan beserta jari kaki menuju atas dan belakang, hingga mendekati telapak kaki bagian atas. Tahanlah sekitar 1 menit

2. Jika terjadi kram pada bagian betis depan, tarik secara perlahan telapak kaki ke arah bawah. Buka sepatunya, lalu suruh korban untuk duduk seperti duduk diantara dua sujud, tetapi kedua telapak kaki bagian atas penderita kram menyentuh tanah. Dudukkanlah sekitar 5 menit.

3. Jika mengalami kram otot pada paha bagian depan, maka bisa baringkan korban dengan menghadap ke posisi bagian yang tidak sakit semisal pada paha kiri sakit, maka hadapkan korban ke kanan. Setelah itu letakkan perlahan tumit kaki ke arah bokong, kemudian tarik perlahan lututnya kebelakang. Tahan sekitar 1 menit.

4. Jika terjadi kram pada betis bagian belakang, tidurkan korban, lalu buka sepatunya, angkat kaki korban dan dorong secara perlahan telapak kaki bagian bawah korban kearah betis bagian depan. Tahan sekitar 1 menit.

5. Jika mengalami kram otot pada paha bagian belakang, maka segera baringkan korban dan buka sepatunya. Kemudian angkatlah bagian betis dan tumit hingga sendi lutut menbentuk siku - siku 90 derajat (paha vertical, betis horizontal diudara). Dorong lutut dan telapak kaki mendekati perut korban perlahan-lahan. Tahan hingga sekitar 1 menit.


Lalu bagaimana cara untuk mencegahnya? Berikut ini adalah cara mencegah kram otot

1. Lakukan persiapan sekitar 1 bulan / 2 minggu, sebelum melakukan pendakian, tergantung dari lama waktu dan medan pendakian.

2. Pastikan untuk tetap terhidrasi
Yaitu dengan meminum air putih saat merasa haus. Kekurangan cairan dapat menyebabkan tidak seimbangnya ataupun kekurangan elektolit, khususnya natrium dalam tubuh, sehingga akan menyebabkan kontraksi pada otot terganggu. Dengan meminum oralit akan membantu agar tubuh segar kembali. selain harganya murah, juga lebih bermanfaat.

3. Lakukan pemanasan sekitar 15-30 menit sebelum pendakian atau pemanasan harian, utamanya pada otot - otot anggota gerak bawah. Pemanasan tersebut bertujuan agar ototmu tidak kaku, dan siap digunakan.

4. Jangan memaksakan diri
Sebagai pendaki, pastikan kalian ingat, puncak bukanlah tujuan utama. Berpetualang adalah menikmati perjalanan. Melakukan pendakian secara perlahan dan rutin beristirahat jika lelah. Istirahat sekitar 3 hingga 5 menit untuk sekedar melemaskan otot dan minum air yang cukup.

5. Makanlah makanan yg mengandung kalsium seperti daging, kacang - kacangan, susu. Dilakukan sekitar 2 minggu sebelum melakukan pendakian, agar ototmu benar - benar siap untuk digunakan ditanjakan dan medan yang terjal.

6. Pastikan, sesuaikan berat carier / ransel ketika akan melakukan pendakian. Sesuaikan dengan kemampuanmu. Beban yang terlalu berat akan membuat otot - otot pada anggota gerak bagian bawah semakin berat, bisa - bisa terjadi kram di perjalanan.


//Tim Viapendaki, ig official @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja