Langsung ke konten utama

Menangani Luka Bakar di Pendakian / Petualangan


Membuat api unggun, bakar jagung, masak air buat kopi, berjalan nenikmati terik matahari adalah aktifitas yang menyenangkan saat melakukan petualangan. Akantetapi tentu saja hal tetsebut kadang menjadi penyebab kita terkena luka bakar

Luka bakar dapat dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu ringan, sedang dan berat. Dalam pembagian tingkatan tersebut didasarkan menurut kedalaman lapisan kulit yang terkena oleh panas api dimana nantinya juga akan mempunyai penanganan yang berbeda. Lalu penanganan terhadap luka bakar tersebut bagaimana? Mari kita simak bersama.

1. Luka bakar ringan,
Untuk tingkatan ringan ini, yang terkena hanya lapisan luarnya saja. Tandanya adalah hanya terjadi kemerahan pada kulit dan akan membuat bagian yang terbakar hanya sedikit nyeri.

Pertolongannya adalah hanya dengan diguyur air biasa sekitar 10 menit. Kemudian bisa diberikan krim bioplacenton jika terasa nyeri sekali. Nanti luka bakar ini akan sembuh sendiri seperti ganti kulit, sekitar 2 minggu hingga 1 bulan.

2. Luka bakar sedang.
Untuk luka sedang ini yangg terkena adalah pada lapisan tengah kulit. Memiliki ciri yang khas, seperti ada bola bola berisi air di dalam luka tersebut setelah beberapa saat terkena luka bakar. Penanganannya adalah dengan di guyur air juga sekitar 10 hingga 20 menit. Bola air tadi jangan dipecahkan, tetap dijaga kebersihannya. Jika bilanya sudah terlanjur pecah, maka tutuplah menggunakan perban yang lembab, lalu di balut. Perbanyaklah untuk minum air putih, dan juga berikan korban luka bakar dengan paracetamol 1 tablet saja jika ada. Jika sudah sampai dirumah, sebaiknya pergu ke puskesmas untuk perawatan, karena lukanya rawan terkena infeksi.

3. Luka bakar berat,
Luka berat ini lukanya sudah mencapai di lapisan dalam kulit bahkan mengenai hingga lapisan otot. Kita dapat melakukan penanganan dengan diguyur air selama 10 sampai 20 menit. Lalu tutup luka tadi menggunakan perban lembab, dan segera bawa ke rumah sakit. Karena korban sangat rentan untuk terjangkit infeksi serta keadaan yang berbahaya lainnya. Sebaiknya bawa saja ke puskesmas atau rumah sakit. Minum kan korban air putih, berikan antinyeri seperti paracetamol 1-2 tablet.
JANGAN DIBERIKAN ODOL / PASTA GIGI PADA LUKA TERSEBUT YAH! Karena haram hukumnya


By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja