Langsung ke konten utama

Mengatasi Patah Tulang Saat Pendakian


Selain  perdarahan, patah tulang juga sering menjadi momok yang ditakutkan oleh para petualang. Jika kita sudah terpeleset, terjatuh dari batu, atau terjerumus ke dalam jurang, yang sering kita fikirkan tentunya adalah apakah tangan atau kaki patah. Jika sudah terjadi seperti ini, maka jangan panik ataupun stress. Tetap tenang dan ingatlah cara penanganannya.

Patah tulang sendiri dapat mengakibatkan kecacatan, hingga infeksi menakutkan, ataupun kematian jika saat pertama kali ditemukan, tidak ditangani secara cepat dan benar.

Padahal, sebenarnya prinsip untuk pertolongan pada patah tulang tersebut sangat mudah yaitu dengan cara pembidaian. Yang harus kalian saat pembiadaian adalah "rule of 2"

Gunakanlah 2 spalk
Spalk disini adalah alat keras yang lurus dan juga panjang yang bisa digunakan untuk membidai lokasi patah tulang pada korban.
Tujuan dari pembidaian ini adalah untuk mengurangi pergerakan pada cedera. Kalian dapat menggunakan kayu bakar, payung, bambu, tracking poll, dan alat lainnya yang lurus dan panjang.


Pembidaian melewati 2 sendi
Sebagai contoh, jika lokasi cedera patah tulang di lengan bawah, maka panjang bidai harus melewati sendi pergelangan tangan dan sendi siku. (Perhatikan gambar)

Pada bidai, minimal diikat dua ikatan. Bisa pada ujung - ujung dari spalk, atau beberapa centimeter sebelum ujung spalk.

Untuk pertolongan sendiri perlu dikerjakan oleh minimal 2 orang.  Penolong pertama bertugas untuk menstabilkan pada area patah agar selama pertolongan, area cedera tetap stabil. Sedangkan penolong kedua bertugas untuk meletakan spalk dan mengikat spalk

Jika cedera terjadi pada kaki, 2 kaki diikat dan disatukan (bidai anatomis) agar pergerakan dapat dikurangi secara maksimal

Setelah proses pembidaian selesai, segeralah bawa kerumah sakit. Pada kasus cedera ini, kadang penderita merasa kesakitan. Kalian dapat memberikan obat parasetamol tablet  2 tablet saja yang berguna untuk mengurangi nyeri cedera.

Itulah beberapa cara pembidaian yang perlu kita ketahui terutama saat terjadi kecelakaan di petualangan ataupun pendakian. Semoga bermanfaat.


By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad