Langsung ke konten utama

Mengatasi Pingsan di Pendakian Gunung


Pasti kalian pernah melihat orang pingsan kan? Baik ketika zaman upacara disekolah dulu ataupun saat melakukan pendakian / petualangan di alam.
Pingsan dalam bahasa medis biasa disebut dengan "syncope", yaitu suatu keadaan dimana seseorang kehilangan kesadarannya dengan tiba - tiba. Pingsan disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen dan glukosa (gula) yang menjadi nutrisi utama untuk sel-sel yang ada di otak kita, terutama pada area batang otak.


Kita perlu waspada, berikut ini adalah gejala awal yang sering dirasakan oleh seseorang sebelum mengalami pingsan.

  • Penglihatan kabur,
  • berkunang-kunang, 
  • bahkan gelap, 
  • bibir pucat, 
  • keringat dingin, hingga lemas seluruh badan. 




Lalu bagaimana cara menanganinya? Caranya cukup mudah, berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Yang pertama janganlah panik ataupun mengambil tindakan gegabah, coba untuk tenangkan orang - orang yang berada di sekitar korban pingsan. Segera bantu, sisakan 2 orang yang membantu dan cobalah beri instruksi kepada mereka untuk menjauh dari korban. Cukup 2 orang saja yang menolong korban.

2. Kemudian tempatkan korban di tempat datar, teduh, dan terlindung dari sinar matahari langsung.

3. Mulai baringkan korban pingsan, kemudian periksa nadi yang (denyutan nadi di leher), dan pernafasan korban, caranya kaya di film - film itu lho, pernah liat kan? Oke, lalu jika nadi tak teraba / tak terasa dan nafas tersengap - sengap serta korban memegang dadanya, lakukan RJP,  itu disebabkan oleh penyakit jantung. Jika nadi bisa teraba dan nafasnya normal, maka segera tinggikan kaki korban seperti pada gambar, sekitar 30-50cm. Gunakan tas/carier atau apapun yang ada.

4. Selanjutnya segera longgarkan semua pakaian korban, mulai selimuti korban, dan jika ada oksigen tabung, berikan oksigen. Apabila tidak ada oksigen, kalian bisa mengipasi kearah wajah korban. Ini bertujuan agar korban mendapat udara segar yang cukup.

5. Jangan berikan makanan atau minuman jika korban belum tersadar penuh. Jika korban sudah bisa diajak berkomunikasi dengan benar ( beri isyarat), maka berikan minuman manis hangat sedikit demi sedikit seperti teh manis / susu ataupun air gula.

6. Selanjutnya korban dapat diberikan minyak kayu putih / minyak telon selama ia beristirahat.


Cukup mudah kan cara penanganannya, yang penting kita jangan panik ketika melihat orang pingsan.


Untuk pencegahannya,
Lakukanlah olahraga yang teratur serta mengatur pola makan yang baik. Ini dapat menghindarkan kamu dari kondisi pingsan seperti hal diatas.

By instagram : dokter petualang
Ditulis kembali oleh Tim VIApendaki, ig official @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja