Langsung ke konten utama

MENU MAKAN DI PENDAKIAN


Pendaki gunung akan membutuhkan kalori sekitar 5000 kalori dan 70 gram protein perhari. Oleh karena itu, perlu mempelajari tentang pengetahuan unsur gizi yang masuk dan keluar dalam tubuh. Dalam penyajiannya, makanan siap saji adalah pilihan pertama karena mempunyai banyak keuntungan seperti mudah diperoleh, ringkas, dan cepat masak. Sumber tenaga yang paling utama tentunya karbohidrat, karena jumlah tenaga yang dihasilkan pada waktu pembakaran dalam tubuh pada perliter oksigen lebih besar tenaga yang dihasilkan jika dibandingkan dengan zat lemak. Untuk keperluan protein bagi pendaki gunung baiknya tidak diberikan dalam kadar yang tinggi karena dapat memhuat asam amino dan amonia tertimbun dalam darah yang akan menyebabkan banyak kencing dan cepat lelah

Kita perlu memakan makanan yang banyak mengandung Karbohidrat, seperti roti, biskuit, bubur gandum, nasi, susu, cokelat, mie. Untuk konsumsi mie jangan berlebihan.

Juga membutuhkan makanan yang banyak mengandung zat
lemak, seperti daging, kuning telur dan keju

Yang perlu diperhatikan ketika melakukan  perencanaan perbekalan adalah:

  • Tahu lamanya perjalanan yang akan dilakukan. 
  • Memperhatikan aktivitas yang akan dilakukan. 
  • Memahami keadaan medan pendakian yang akan dihadapi. 
  • Pilih makanan yang cukup mengandung kalori, ada komposisi gizi, dan tidak asing di lidah.


Kita juga perlu memperhatikan keseimbangan air dalam tubuh antara yang keluar dan masuk. Tentunya adalah untuk menghindari dehidrasi.

Lalu Menu Makan yang Baik di Pendakian itu Apa Saja?

Berikut jadwal menu makan selama pendakian :

Makan Pagi

Untuk menu makan pagi bisa terdiri dari makanan yang mudah masak dan juga hangat, semisal:

  • Mie instan / diganti dengan sardine & nasi
  •  Biskuit
  • Bubur gandum (havermut) 
  • Susu


Makan Siang

Sebaiknya kita tidak perlu mengeluarkan makanan yang harus dimasak untuk makan siang, tetapi makanan harus mengandung kalori tinggi, seperti:

  • Coklat 
  • Biskuit 
  • Roti


Makan Malam

Inilah saatnya kita untuk menyalurkan hobi memasak sepuasnya karena selain untuk beristirahat, waktu yang tersedia juga lumayan banyak. Adapun makanannya seperti:

  • Nasi 
  • Teh manis, wedang (penghangat)
  • Lauk pauk dan sayur

Ketika makan pagi dan siang bisa disisipi buah - buahan seperti apel, pir dll.

Tim viapendaki, official ig @mountnesia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja