Langsung ke konten utama

P3K Yang Perlu Dibawa Saat Pendakian / Kegiatan Luar


Kalau kalian sering melakukan petualangan seperti pendakian atau kegiatan luar lainnya , pastinya kalian paham  tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kalian selama melakukan aktifitas petualangan. Kita perlu membawa perlenglapan safety untuk jaga - jaga. Lalu apa saja perlengkapan P3K yang perlu kita bawa saat pendakian?  Berikut beberapa hal penting yang perlu kita bawa agar petualangan kita tetap aman, nyaman, dan sehat!

1. Membawa Antiseptik
Kita perlu membawa antiseptik seperti obat merah, providin iodin, betadin. Ini bermanfaat untuk membersihkan dan mencegah infeksi luka-luka seperti akibat dari goresan, lecet, iris, ataupun sebab lainnya.

2. Membawa Perban  atau kasa steril
Ini berguna untuk menutup luka agar tidak kontak langsung dengan udara luar, mencegah infeksi dari kotoran ataupun debu.

3. Membawa Obat Sakit kepala dan flu
Bawalah obat sakit kepala ataupun obat flu. Kita dapat menggunakan panadol, decolgen, ataupun obat lainnya. Atau juga bawa minyak kayu putih aroma teraphy.

4. Bawa obat demam (paracetamol,dll)*

5. Tetes mata (insto, rohto, visine,)*

6. Obat Diare*

7. Plester (hendyplas, handsaplas, dll)*

8. Krim pereda nyeri(counterpain, dll)*

9. Gunting, pisau, dll

10. Oxygen tabung kecil

11. Tabir Surya (Sun Block)
Ini perlu kita bawa juga, sebagai pelindung wajah kita agar tidak terbakar. Perlu kita bawa terutama saat kemarau akan sangat panas seperti di puncak Gunung Sumbing yang sangat panas dapat membakar wajah dan terasa setelah sampai dirumah.

*obat-obat diatas merupakan obat-obat yg mudah kalian dapatkan di apotek terdekat.

Itulah beberapa peralatan p3k yang perlu kita bawa untuk pendakian gunung, agar tetap aman dan terkendali. Semoga bermanfaat. Salam lestari!


Penulis :
Tim viapendaki, ig official @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja