Langsung ke konten utama

Penanganan Asma di Pendakian dan Pencegahannya


Berikut ini adalah antisipasi dan penanganan asma di pendakian ataupun petualangan.

Asma adalah suatu peradangan kronis / lama yang terjadi pada saluran nafas, tepatnya pada bronkus dan bronkiolus yang disebabkan oleh reaksi alergi, yang menyebabkan terjadinya penyempitan saluran nafas serta produksi lendir yang berlebih di saluran nafas. Sesuai definisi, asma terjadi hanya pada orang yang memang sensitif terhadap alergen genetik / bawaan, dan adanya alergen itu sendiri adalah sesuatu yang menyebabkan reaksi alergi atau trigger.

Lalu bagaimana penanganannya?

1. Perlu diperhatikan, jika kalian mengajak teman kalian berpetualang, dan dia punya riwayat asma, maka dia wajib membawa obat asmanya. usahakan dia untuk membawa obat yang jenis inhaler, yaitu obat sedot. Tujuannya adalah ketika  saat asma kambuh, maka penanganannya lebih cepat.

2. Jangan Panik
Usahakan korban tetap relax. Kalian sendiri juga jangan panik ketika melihat teman kalian kambuh. Mulai dudukan korban di tempat yang teduh dan longgarkan pakiannya.

3. Suruh korban agar bernafas dengan perlahan-lahan. Jika bernafas cepat maka akan membuat volume udara dalam paru menjadi terlalu banyak. Ini dapat memperparah sesak.

4. Bantu korban untuk mengambilkan obat dan memberikannya.

5. Jika ada oksigen bisa diberikan oksigen, atau jika tidak ada juga bisa di kipas - kipasi.

6. Ketika sesak pada korban sudah sedikit berkurang, dapat diberikan kopi hangat 1 gelas untuk korban. Kopi dapat membantu peredaran darah serta melebarkan kembali jalan nafas.

7. Istirahatkan korban sekitar 30 menit sebelum melanjutkan perjalanan.

Lalu bagaimana caranya agar asma tidak kambuh?

Untuk mengurangi potensi kambuhnya asma, Kalian bisa melakukan beberapa hal dibawah ini

Dengan melakukan istirahat yang cukup
Ketika melakukan banyak kegiatan sebaiknya sesuaikan dengan istirahat yang cukup. Jangan memaksakan pendakian. Mendakilah dengan santai, jika lelah bisa beristirahat.

Usahakan untuk menghindari stress
Jangan melakukan pekerjaan yang berat, karena biasanya akan berpotensi stress yang dapat memacu kambuhnya asma

Giatkan untuk berolahraga
Lakukanlah olahraga harian yang ringan setiap harinya.

By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja