Langsung ke konten utama

Pendaki Gunung Bersalju Memakai Kacamata Hitam, Mengapa?



Apakah pernah terlintas dalam benak kalian kenapa mereka yang mendaki gunung tinggi dan bersalju pasti menggunakan kacamata hitam? Apa mereka menggunakannya hanya untuk bergaya - gaya saja supaya keren? Atau mereka mempunyai maksud lain?

Jika kalian memperhatikan dengan seksama, mereka yang mendaki di gunung - gunung tinggi juga bersalju, mereka memakai kacamata hitam. Kacamata hitam itu bukanlah kacamata biasa, benda tersebut mempunyai manfaat penting untuk mata kita ketika melakukan pendakian di puncak tinggi bersalju. Tujuan utama penggunaan kacamata tersebut adalah untuk mencegah mata mereka terkena yang namanya SNOW BLINDNESS, jika dalam bahasa medisnya yang disebut dengan Photokeratitis. AAO (Persatuan Ahli Mata Amerika) menyatakan, bahwa photokeratitis adalah suatu kondisi timbulnya nyeri yang disertai dengan penurunan penglihatan pada mata yang disebabkan oleh paparan sinar UV berlebih. Penyebab utamanya adalah akibat pancaran langsung oleh sinar matahari lebih banyak di area yang tinggi, dan juga disebabkan pantulan sinar UV oleh salju. Hal tersebut akan menyebabkan kornea mata kita, (yaitu suatu bagian jernih lapisan luar mata) akan menjadi sangat kering.

Gejala dan tanda - tanda
Nah ini menimbulkan beberapa gejala diantaranya:
1. Nyeri yang terjadi pada mata
2. Mata menajdi kemerahan
3. Pandangan mata menjadi kabur
4. Air mata akan gampang keluar
5. Nyeri terasa di kepala
6. Kadang bisa kehilangnya penglihatan hingga beberapa waktu.

Penanganan
Jika muncul keluhan - keluhan seperti yang diaebutkan diatas, maka :
-segera basahi matamu dengan air yang mengalir bersih
-kemudian tutup matamu,
-kompres menggunakan handuk basah.

Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya gejala snow blindness ini, kita dapat memakai kacamata yang khusus untuk pendakian. Kacamata ini dapat menyerap 99-100% sinar UV. Selain buat keren - keren, kacamata ini mampu menjaga matamu dari cedera yang disebabkan oleh uv tadi.

Oke, itulah alasan mengapa para pendaki gunung - gunung tinggi memakai kacamata. Sudah jelas kan? Kalau begitu kami cukupkan penulisan artikel ini. Silahkan di share ke teman kalian 😀

Penulis :
Tim viapendaki, ig official @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja