Langsung ke konten utama

Penyakit Akut di Gunung


Apa saja penyakit akut di gunung yang dapat membahayakan pendakian di gunung? Mari kita simak dibawah ini.

1. Mountain sickness / penyakit gunung
Acute Mountain sickness (AMS) atau yang juga biasa disebut dengan altitude sickness atau dalam bahasa Indonesianya yang disebut penyakit gunung ini ialah gejala penyakit yang disebabkan karena suhu dan menipisnya oksigen di ketinggian. Gejala ini biasanya terjadi saat diatas ketinggian sekitar 8000 ft. (2500)mdpl. Gejala awalnya biasanya adalah merasa pusing. Jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan pembengkakan otak

Baca lebih lanjut,
Klik : Penanganan dan Pencegahan Mountain Sickness


2. Heat Stroke
Adalah penyakit yang cukup berbahaya disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebih dalam waktu yang lama. Bisa kita temukan saat pendakian di gunung tinggi yang saat itu cerah dan panas. Walaupun panasnya bercampur dingin, potensi Heat stroke tetap bisa terjadi. Tanda awalnya adalah pusing, pandangan kabur, kulit memerah, panas, kering, kesadaran bisa hilang.

Baca lebih lanjut,
Klik : Penanganan dan Pencegahan Heat Stroke


3. Frost bite atau Radang Dingin adalah penyakit yang disebabkan oleh suhu dingin yang mengenai tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama yang menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen menjadi terganggu. Lama kelamaan beberapa anggota badan akan mati, hal ini akan menyebabkan hilangnya anggota badan tersebut. Ciri awalnya, kaki, tangan, / hidung / telinga akan terasa seperti ditusuk - tusuk jarum dan berlanjut menjadi mati rasa. Jika hal ini terjadi, maka segera ditangani. Sebelum kalian kehilangan beberap anggota badan kalian.

Baca lebih lanjut,
Klik : Penanganan dan Pencegahan Frosbite


4. Hipotermia
Adalah penyakit yang sering dijumpai oleh pendaki, dimana badan kehilangan suhu tubuh dibawah angka normal. Ini akan membahayakan penderita. Orang awam sering mengira bahwa penderita hipotermia itu sedang mengalami kesurupan. Cirinya, kesadaran menurun, nadi cepat, wajah dan mulut pucat, mengigau (seperti orang gila / kesurupan tidak jelas), ujung tangan dan kaki dingin serta kaku. Jika tidak segera ditangani bisa mengalami kematian. Pernah dulu menjadi berita heboh tentang meninggalnya pendaki asal universitas ternama di Indonesia yang disebabkan oleh hipotermia.

Baca lebih lanjut,
Penanganan dan Pencegahan Hipotermia


Itulah beberapa penyakit akut yang bisa terjadi di pendakian gunung. Tetap waspada dan pelajari cara penanganan dan pencegahannya supaya kita tetap selamat dan nyaman dalam melakukan petualangan. Salam Lestari!

Tim Viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad