Langsung ke konten utama

Peralatan yang Harus Dibawa saat Mendaki Gunung


Mendaki gunung juga perlu peralatan khusus. Apa saja peralatan yang perlu dibawa ketika mendaki gunung?

Untuk peralatan di perjalanan


  • Kompas, peta. Jangan lupa untuk membawa kompas, peta pendakian ataupun alat penunjuk digital. Ini akan sangat membantu saat kita kehilangan arah.



  • Kita bisa membawa trekking pole / tongkat pendakian. Tongkat ini berfungsi untuk memudahkan pendakian yaitu sebagai penjaga keseimbangan.



  • Headlamp / senter setiap orang. Ini digunakan untuk pendakian malam. Jangan lupa bawa juga batrai cadangannya.



  • Pisau survival. Ini perlu dibawa untuk semisal membersihkan ranting - ranting atau dedaunan yang menghalangi jalan di pendakian. Juga untuk membuat api unggun, membelah batang kayu.


Keperluan tidur

  • Tenda, 
  • Matras dan sleeping bed / orang.
  • Tentunya ini wajib dibawa jika mau bermalam di gunung karena suhunya sangat dingin.




Peralatan memasak dan keperluan makan


  • Kompor khusus pendakian. Kita bisa membawa kompor gas khusus pendakian ataupun kompor parafin. Kalau parafin, kita bis membawa 4 parafin. Ini cukup untuk 1 hari pendakian. Atau juga bawa lebih untuk cadangan.
  • Nesting untuk memasak
  • Gelas, piring, sendok / orang


Peralatan lain
Hp, pastikan hpmu dihemat batrainya. Jika ada, bawalah handphone jadul, isi pulsa banyak dan matikan. Ini untuk antisipasi tersesat di pendakian. Ketika tersesat, kita bisa menyalakan hp dan cari sinyal dan sms / telfon semua orang untuk dapat bantuan. Pastikan sebelum pendakian, kalian sudah beritahu beberapa orang rumah / sahabat. Kadang sinyal dingunung itu susah tapi tetap ada. Ini untuk pendakian seperti sumbing, sindoro, merapi atau gunung lainnya yang masih dekat dengan perkotaan, bukan di rinjani dan semeru yang biasanya sangat susah sinyal.

Itulah beberapa peralatan yang perlu kita bawa di pendakian.

Tim viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja