Langsung ke konten utama

Persiapan Mendaki Gunung Sumbing

Foto dari @andiakhm

Mau ndaki gunung Sumbing? Sudahkah mempersiapkan kebugaran jasmanimu? Siapkan fisikmu dahulu supaya tidak sakit - sakitan ataupun loyo di pendakian!

Karena Gunung Sumbing itu cukup tinggi, yaitu 3371 Mdpl, jadi perlu persiapan fisik yang matang.

Berikut ini adalah beberapa tips pendakian dan persiapan fisik dalam pendakian gunung sumbing.

1. Lakukanlah olahraga rutin, 1 bulan sebelum pendakian. Dengan metode olahraga fisik FITT. Atau jika planningnya mendadak, beberapa hari sebelum melakukan pendakian, lakukan olahraga seperti jogging, lari - lari, pemanasan otot - otot terutama pada kaki sekitar 45 menit. Lakukan dua kali di pagi hari dan sore hari. Persiapan fisik ini untuk menghindari kram otot, syok, dan pegal - pegal setelah pendakian.

Baca juga
Klik : Prinsip Olahraga FITT

2. Makanlah makanan yang mengandung banyak kalsium, seperti susu, daging, dll, beberapa hari sebelum pendakian.

3. Jangan minum minuman berenergi
Minuman berenergi tidak cocok untuk pendakian.

Baca juga
Klik : Dampak Buruk Minuman Berenergi Untuk Pendakian

4. Perlunya kebugaran tubuh
Karena waktu tempuh pendakian sumbing cukup lama, 6 - 8 jam. Maka pastikan tubuh kalian dalan keadaan prima. Jangan lakukan pendakian ketika sedang sakit.

5. Udara dingin
Gunung Sumbing yang tinggi dan udaranya dingin terutama pada pagi hari, di basecamp pun sudah sangat dingin. Jadi pastikan selama pendakian membawa jaket khusus pendakian yang tebal.

6. Mendaki perlahan
Sering sakit kepala di pendakian gunung yang tinggi? Mendakilah secara perlahan, supaya tidak terjadi mountain sickness atau penyakit gunung yang ditandai dengan gejala sakit kepala. Ini disebabkan karena suhu dan oksigen. Tubuh perlu penyesuaian dan adaptasi oksigen, jadi mendakilah secara perlahan.

Baca juga
Klik : Penanganan dan Pencegahan Mountain Sickness

7. Bekal makanan cukup
Pastikan kalian membawa bekal makanan yang cukup karena pendakian sumbing tergolong tidak terlalu ramai. Di pos - posnya juga tidak ada penjual makanan maupun minuman seperti di sindoro via butuh, di punckanya juga tidak ada warung Mbok Yem, hehe. Biasanya kalau rame, di sumbing hanya ada penjual sampai pos 1 saja.

Jalurnya lewat mana saja?
Via Garung, Kab. Wonosobo, klik disini, pengalaman via garung lainnya, Klik Disini
Via bowongso, Kab. Wonosobo, klik disini
Via kaliangkrik, Kab. Magelang, klik disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja