Langsung ke konten utama

Tips Turun Gunung


Turun dari pendakian gunung terkadang menjadi kendala karena ketika turun, kadang kaki kita akan lemas dan sulit ketika berjalan.

Berikut ini adalah beberapa cara turun gunung ataupun teknik menuruni gunung yang benar, agar badan kita tidak capek ataupun pegal

1. Turun dengan perlahan
Ketika turun dari pendakian, kita dapat turun dengan perlahan atau agak lebih cepat. Akantetapi jangan terlalu lambat. Ini malah kadang membuat kita lelah.

2. Istirahat secukupnya
Lakukan istirahat yang efektif. Yaitu istirahat dengan duduk, minum, makan secukupnya. Makan dan minum jangan kebanyakan, jika terlalu kenyang akan membuat perut kram. Istirahatlah sekitar 5 - 10 menit. Istirahat lebih dari itu biasanya akan membuat kaki menjadi pegal dan terasa lemas.

3. Konstan
Kita sebenarnya juga bisa turun gunung dengan berlari, tetapi ini tidak disarankan karena banyak potensi kecelakaan di pendakian. Jika turun dengan berlari sebaiknya berlarilah terus. Jika diselingi dengan berjalan, kaki malah akan menjadi lemas, kita akan susah berjalan. Jadi intinya konstan, akantetapi jika berjalan santai dan konstan, itu lebih nyaman dan setelah turun dari gunung, badan tidak akan terlalu lelah ataupun pegal. Dari pengalaman admin, di pendakian sindoro via kledung ada seorang bapak - bapak penjual minuman di pos 3. Beliau sering mendaki dengan cepat, begitu pula turunnya. Beliau sering turun dari pos 3 hanya ditempuh 1,5 jam dengan cara berlari, untuk mengambil botol - botol air yang akan dijual jika sudah habis. Untuk pendakian sampai pos 3 biasanya ditempuh sekitar 4 jam.

4. Sebelum turun
Ketika mempersiapkan turun pendakian, pastikan alas kaki sudah terpasang dengan kuat. Ikat tali sepatu dengan kuat, tidak seperti biasanya. Jika memakai sendal gunung, pakailah kaos kaki yang tebal, untuk menghindari lecet.

5. Posisi badan saat turun
Badan jangan terlalu condong ke depan saat turun. Ini akan membuat tumpuan atau berat badan yang bertumpu pada kaki tidak seimbang. Jaga berat badan tetap bertumpu sepenuhnya di kedua kaki kita.

6. Batuan licin
Hati - hati dengan batuan, terkadang sendal gunung atau sepatu gunung itu licin dengan batuan yang basah. Untuk itu, ketika turun pastikan memilih pijakan yang tepat. Sendal gunung atau sepatu gunung ini kebanyakan merekat kuat pada tanah agak basah.

Tim Viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja