Langsung ke konten utama

Wisata Tebing Keraton, Bandung

Instagram.com/adiya24


Wisata baru ini menjadi perbincangan banyak wisatawan beberapa tahun ini. Itulah Tebing Keraton. Saking hitsnya di instagtam dan sering mempostingnya, banyak yang menyebutnya ini sebagai tebing Instagram. Bagi teman - teman yang hobi fotografi terutama fotografi alam, kalau begitu kalian wajib untuk mampir di Tebing Keraton. Ayo narsis dan asik foto disini guys!

Disana kita dapat santai dan menikmati sejuk dan indahnya suasana alam yang tidak perlu mengocek isi dompet yang terlalu banyak dan juga kita tidak perlu jauh-jauh pergi. Cukup mengunjungi Tebing Keraton, disaat kebingungan karena penat, kalian sudah dapat menikmati panorama alam yang indah dengan sejuknya udara yang tentunya juga jauh dari polusi perkotaan. Untuk harga tiket masuk menuju tebing kraton juga cukup murah meriah, harganya sekitar Rp. 11.000,- untuk satu orang.

Lokasi tebing Karaton ini berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Tentunya dari atas tebing ini, kita dapat melihat dan menikmati hijaunya pemandangan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang sangat terhampar sepanjang mata memandang.  Memesona bukan? Pemandangan ini pun akan bertambah jika kita menikmati sunrise disana pada pagi hari menyongsong matahari terbit.
Pada saat itu, kita bisa menikmati pesona Kota Bandung yang masih berselimut kabut tebal atau jika beruntung akan cerah dengan langit biru yang tentunya menjadi bonus untuk kita. Adanya atahari terbit di balik bukit yang ada di sebelah timur akan memberi suasana hijau kuning khas sinar matahari.

Instagram.com/pebriyantipipit/

Kita juga dapat menikmati suasana Tebing Keraton hanya sekedar untuk duduk-duduk saja atau berfoto-foto dan menghirup sejuknya udara yang bersih juga segar. Selain itu objek wisata alam di Bandung ini juga pas banget buat rekreasi bersama keluarga maupun teman-teman yang tidak punya waktu banyak untuk berpergian jauh.
Untuk rute dan akses jalan menuju  Tebing Keraton juga relatif mudah untuk dijangkau. Kita bisa bertolaklah ke arah Dago Pakar, dari Terminal Dago lurus ke arah Taman Ir H Juanda. Lalu arahkan kendaraan kalian ke belokan kanan pertama setelah pintu gerbang Taman Ir H Juanda. Kemudian kalian akan melewati rumah-rumah besar dan kemudian melewati perkampungan, setelah kalian sampai ke warung dengan baliho besar bertuliskan dengan ‘Warung Bandrek’ alias Warban.


Instagram.com/pius.henry
Perjalanan belum selesai, lanjutkan bawa kendaraan untuk melewati tanjakan, jalan bebatuan hingga di pos teratas, kita bisa langsung di Tebing Keraton. Meski tempatnya tidak besar, kita dapat memarkirkan sepeda motor dan juga mobil di sini. Kemudian melakukan perjalanan menuju tebing  sekitar 5 menit dan sampailah.

Alamat Tebing Kraton : Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat
Peta Lokasi :Klik Disini
Harga Tiket Masuk : Rp. 11.000,-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja