Langsung ke konten utama

Perpustakaan Paling Sepi di Dunia


Perpustakaan paling terpencil dan juga sepi ini terletak di tepi laut Beidaihe, sebuah distrik resort di provinsi Qinhuangdao, Hebei. Perpustakaan ini pertama kali dibuka sekitar hari Buruh China. Berdiri sendirian di tengah pantai yang sepi, "perpustakaan kesepian di dunia" telah menjadi topik hangat sejak gambar dari fasilitas yang diposting secara online di berbagai media massa.



Dirancang oleh seorang arsitek ternama Dong Gong, perpustakaan dengan ukuran 450 meter persegi yang menciptakan suasana sempurna bagi pembaca yang tidak ingin diganggu oleh ramainya hiruk pikuk dunia luar (setidaknya untuk saat ini). Pengunjung dapat menikmati pemandangan indah air melalui dinding yang menghadap ke arah laut, seluruhnya berupa  jendela tembus pandang, dan mereka yang ingin mencari ataupun ingin menemukan kedamaian lebih dalam lagi dapat mengembara ke ruang meditasi dekat ruang membaca.



Akses ke sana
Tidak ada angkutan umum yang langsung untuk mencapai perpustakaan berlantai tiga, menurut Xinhua. pengembang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "kami belum secara resmi mengumumkan pembukaan untuk umum, jadi kami belum merilis semua rincian untuk media, tapi kami akan membiarkan semua orang tahu bila perpustakaan sudah sepenuhnya dibuka".



Dong mengatakan bahwa visinya adalah "Ruang bagi orang dimana ketika mereka membaca buku, bisa membiarkan mereka merangkul keindahan laut ."




[Gambar dari: mydrivers.com]

Sumber :
Shanghaiist.com

Editor :
Tim Viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja