Langsung ke konten utama

Sunrise Purwosari Hill, Magelang


Bukit Purwosari adalah salah satu pilihan wisata baru untuk menikmati matahari terbit (sunrise) dan menikmati keindahan Candi Borobudur dari atas bukit. Sebelumnya wisawatan yang berkunjung ke sekitar Candi Borobudur hanya dibatasi pilihan paket sunrise di sunrise dari Bukit Punthuk Stumbu saja. Kemudian warga masyarakat atau desa sekitar yang mengembangkan Bukit Purwosari sebagai tempat pariwisata setelah melihat potensi wisata dari atas bukit tersebut yang tentunya tidak kalah dengan Punthuk Stumbu.

Bukit Purwosari ini atau yang dikenal Sunrise Purwosari Hills dulunya bernama Bukit Cemuris Mas yang tetletak di Dusun Wonotigo, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

Spot ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit dan Candi Borobudur dari atas bukit. Lokasi Bukit Purwosari Borobudur ini hanya disebelah Bukit Punthuk Stumbu.



Rute Menuju Purwosari Hills

Ada tiga cara untuk menuju Purwosari hills, yang pertama adalah lewat jalan setapak dari Bukit Punthuk Stumbu, atau  lewat jalan setapak dari Gereja Ayam (Bukit Rhema), dan jalur aslinya yaitu melalui pintu masuk utama Bukit Purwosari). Pintu masuk Purwosari Hills ini merupakan akses terdekat untuk menuju Bukit Purwosari karena tidak harus melewati jalan setapak yang memutar lebih jauh.

Rute termudah untuk menuju Purwosari Hills Borobudur ini adalah melalui Jalan Raya Borobudur-Salaman yang berada di samping Candi Borobudur arah  menuju Kabupaten Purworejo. Rutenya hampir sama saat menuju Punthuk Setumbu dari jalan utama dan wisata kuliner Mangut Beong Sehati. Sebelum kita melewati lapangan tembak / latih TNI-AD dan setelah Warung Mangut Beong Sehati akan ada jalan masuk cor semen, masuk ke arah kiri dan ikuti saja jalan cor semen tersebut hingga ujung yang saat ini sudah bertuliskan Sunrise Bukit Purwosari / Purwosari Hills. Jika dari Kabupaten Purworejo, sebelum pasar Salaman ada pertigaan, ambil lurus terus sampai setelah melewati lapangan tembak / lapangan latih TNI. Kemudian lihatlah plang di kanan jalan yang bertuliskan Sunrise Purwosari Hill dan ikutilah. Kondisi jalan cor semen baik dan dapat dilalui dengan kendaraan roda empat.

Gps
Jika kalian masih bingung, kita juga dapat menggunakan GPS Google Map sebagai petunjuk menuju Purwosari Hills.



Kapan Waktu yang Tepat Untuk Kesana?

Waktu yang tepat untuk memulai pendakian Purwosari Hill adalah setengah jam sebelum tiba waktu matahari terbit. Perjalanan dari parkiran sampai ke puncak tempat sunrise hanya sekitar 15 menit saja. Sebelum mendaki Bukit Purwosari, pengunjung perlu mengisi buku tamu dan memberi membayar parkir serta sumbangan sukarela (tidak wajib) untuk pengelolaan wisata.

Pendakian Bukit Purwosari Borobudur tidak menguras tenaga karena kondisi jalur pendakian yang mudah (kalau pernah mendaki gunung).  Kondisi jalan juga sudah cukup baik, berupa tangga dari tanah, pegangan bambu, dan pos istirahat yang berada di beberapa titik. Lampu penerangan pun juga dipasang di beberapa tempat sehingga cukup membantu pengunjung untuk mendaki bukit pada waktu subuh. Namun demikian, pengunjung juga perlu membawa cadangan penerangan seperti senter untuk memperjelas penerangan.

Keindahan matahari terbit atau sunrise dari puncak Purwosari Hill tidak kalah indah dibandingkan dengan pemandangan dari puncak Bukit Punthuk Setumbu. Ini dikarenakan jarak antara keduanya hanya berdekatan dan berbeda puncak bukit saja. Seperti yang kita tahu posisi Bukit Punthuk Stumbu itu berada di sisi barat daya atau dibelakang Bukit Purwosari.

Sunrise dari puncak Bukit Purwosari akan mendapat view Gunung Merapi dan Merbabu. Pada waktu-waktu tertentu matahari terbit bisa berada diantara kedua gunung tersebut. Setelah sunrise secara perlahan-lahan, biasanya lautan kabut akan menyelimuti di dasar bukit yang menipis dan tampak Candi Borobudur dari kejauhan. Namun juga seringkali kabut yang berada di dasar bukit kondisinya cukup tebal. Jadinya, Candi Borobudur dari kejauhan terlihat samar-samar bahkan sama sekali tidak kelihatan karena tertutup oleh kabut.



Keuntungan lain jika menikmati matahari terbit dari puncak  Purwosari hills ini adalah dapat langsung menuju  wisata lain yang ada didekatnya yaitu bangunan Gereja Ayam / Bukit Rhema yang cukup dekat dengan Bukit Purwosari karena letaknya hanya berada di sebuah bukit kecil dibagian bawah. Selain itu, tarif masuknya jauh lebih murah dengan Punthuk Setumbu, dan keduanya memiliki pesona view sunrise yang sama.

Waktu tempuh untuk menuju Gereja Ayam dari Bukit Purwosari sekitar lima menit saja dibandingkan dari Bukit Punthuk Stumbu yang menghabiskan waktu sekitar 20 menit.

Baca Juga
Klik : Gereja Ayam dan Bukit Rhema, Magelang


Seiring dengan berkembangnya waktu, sekarang ini mulai banyak bermunculan lokasi baru untuk menikmati matahari terbit atau sunrise dari atas bukit di sekitar daerah Candi Borobudur. Dengan begitu,  magnet Punthuk Stumbu sebagai satu-satunya lokasi untuk menikmati keindahan matahari terbit dan Candi Borobudur dari atas bukit menjadi semakin memudar.
Gereja ayam

Sejak dibukanya Purwosari Hill, sebagian wisatawan yang biasanya menuju ke Bukit Punthuk Stumbu mulai beralih untuk datang ke Bukit Purwosari.

Sebagai Wisata Keluarga dan Latihan Berpetualang

Tempat ini sangat cocok untuk kita yang ingin mengajak keluarga kita menikmati keindahan alam. Kita bisa mengajak anak, saudara, adik, / kakak kesana untuk melihat sunrise bersama. Selain itu, disana kita dapat melatih anak - anak kita untuk belajar berpetualang dan mengenal alam. Medan pendakian menuju puncak yang mudah dapat menjadi latihan kita untuk mendaki gunung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja