Langsung ke konten utama

3 Misteri Gunung Bromo


Adanya suku tengger yang masih memegang teguh adat istiadat di gunung bromo semakin menambah kemistisan gunung tersebut.

Siapa sangka kalau dibalik pesona gunung bromo juga menyimpan begitu banyak misteri. Apa saja kisah mistis di Gunung Bromo ini?

Bromo dijadikan gunung suci bagi kawasan suku tengger. Bagi mereka, gunung tersebut dijadikan tempat persinggahan para dewa.

Sejarahnya berawal dari Roro Anteng yang menikah dengan joko seger yang merupakan keterunan brahmana. Pada saat terjadi pergolakan di jawa, orang - orang hindu pergi ke Pulau Bali dan sebagian lainnya pergi mengisolasi ke daerah Bromo dipimpin Joko Tengger.

Gunung Bromo dianggap Sakral dan mempunyai kekuatan gaib. Konon katanya terdapat  akar gaib dan pasir hisab yang bisa menghisab benda apapaun. Memang terdengar tak masuk akal bagi masyarakat biasa, tapi bagi masyarakat tengger, itu adalah hal nyata.

Misteri Akar Gaib Gunung Bromo
Adanya akar gaib di Gunung Bromo, bila ada yang tersesat,  berarti orang tersebut telah menginjak akar ghaib. Akar tersebut akan mengincar seseorang, bahkan suku tengger sekalipun yang bicara sembarangan seperti berkata buruk, sembrono, sombong, dan berbuat asusila. Menurut orang yang bisa mrlihat hal gaib, maka bentuk akar tersebut berbentuk melingkar tanpa ujung. Bagaimana jika tersesat disana? Buka baju dan pakailah dengan cara terbalik, menurut orang sana.

Misteri Pasir Hisab Gunung Bromo
Pasir hisab, berada di area padang savana dan dianggap sangat berbahaya karena bisa menghisab apa saja. Memang ada sebuah lokasi yang disebut pasir hisab, tapi bukan di kawasan bromo, yaitu ada di dekat semeru, adalah disebut lemah gatal, jika diinjak maka akan gatal.

Sumber air misterius
Kawasan bebatuan yg mengeluarkan air dengan sumur misterius. Ada juga sumber air tersembunyi yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis yang tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja