Langsung ke konten utama

Hutan Mati Merbabu Via Jalur Suwanting

Hutan mati (hutan manding)

Jalur pendakian Merbabu via Suwanting adalah termasuk jalur baru. Gunung Merbabu memiliki banyak jalur pendakian antara lainadalah jalur Selo dari kabulaten Magelang/Boyolali, jalur Wekas dan Genikan dari Magelang, jalur Kopeng dari Salatiga dan Suwanting dari Kota Magelang. Jalur Selo sendiri adalah jalur dengan pemandangan yang paling indah menurut para pendaki. Akantetapi dengan dibukanya jalur baru sekitar pada bulan Maret 2015 yaitu jalur Suwanting, yang letaknya tidak jauh dari jalur Selo, maka ini menambah satu lagi jalur pendakian yang paling indah di gunung Merbabu.

Sejarah Jalur Suwanting
Berdasarkan cerita masyarakat setempat, jalur Suwanting ini pernah dibuka pada tahun 1990 hingga tahun 1998. Setelah 1998, jalur tersebut ditutup. Dan pada pertengahan Maret 2015 jalur suwanting dibuka kembali.

Di jalur suwanting ini mempunyai pemandangan hutan mati yang cukup bagus. Letak hutan mati ini berada di perjalanan pendakian Hutan Manding, yaitu di perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 yang biasanya ditempuh 2 hingga 3 jam. Ceritanya, hutan mati ini adalah hasil dari kebakaran yang terjadi di gunung merbabu via jalur suwanting ini. Sebagian juga adalah pohon yang meranggas pada musim kemarau. Pohon - pohon yang mati tersebut menghasilkan kayu - kayu berdiri kering yang menambah mistis selama perjalanan pendakian, jika suasana gelap.  Seiring dengan berjalannya waktu, kini hutan mati tersebut mulai ditumbuhi rerumputan liar yang diselingi dengan kayu - kayu mati besar berdiri menjulang tinggi.

Dibalik keindahan Hutan Manding ini juga ada pantangannya, disini kita harus mengucap salam dan tidak boleh berkeluh kesah karena dari Lembah Manding ini merupakan jalur yang cukup berat dan itulah yang biasanya membuat para pendaki akan sering mengeluh.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja