Langsung ke konten utama

Jalur Pendakian Merbabu Paling Mudah


Pasti kalian penasaran dengan jalur pendakian merbabu yang paling mudah dan yang cocok untuk pemula.

Berikut adalah percakapan kami, tim @mountnesia kepada pendaki yang sudah termasuk berpengalaman sampai ke Rinjani, instagram @andrimilandri. Kami sempat menanyakan beberapa pertanyaan. Berikut percakapan kami.
Instagram.com/andrimilandri

 Jalur merbabu wekas ada yang berbahaya atau yang ekstrim gak gan?

// Untuk semua jalur menuju merbabu menurut saya wekas adalah jalur yang termasuk sulit. Jalur nya sebagian adalah berbatu cadas. Lumayan menguras tenaga. Saran saya jika ingin naik merbabu. Ambil jalur pendakian selo atau jalur suwanting. Baru setelah itu jika ingin turun bisa melalui jalur wekas.  Untuk jalur selo lebih memakan waktu lama dan medannya mudah. Karena jalur medan sebagian besar padang savana, ada savana 1 dan savana 2 (jalur favorit). Jika kalian naik melalui Jalur suwanting lumayan lebih cepat daripada jalur selo. Tapi medannya sebagian tanah licin. Jika turun hujan akan cukup menguras tenaga. //

Nah sudah tahu kan jalur pendakian merbabu yang paling mudah dan cocok untuk pendaki pemula? Ya. Merbabu via selo ini adalah jalur pendakian merbabu yang paling mudah dan diminati, menjadi jalur favorit oleh banyak pendaki, terutama pendaki pemula. Walaupun waktu pendakiannya lebih lama, tetapi medannya tidak terjal dan pemandangannya paling bagus diantara jalur pendakian lainnya. Di jalur selo ini ada dua rute, yaitu via gancik (jalur baru) dan via selo sendiri yang merupakan jalur lama. Kedua jalur ini akan bertemu di ujung pos 3 pendakian via selo dan masih dalam satu basecamp. Jika mendaki via gancik, maka lebih cepat sekitar setengah jam. Di via selo ini juga tidak ada jembatan setannya. Untuk biaya pendakian merbabu via selo hanya 15 ribu untuk registrasi masuk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja