Langsung ke konten utama

Kisah Para Porter di Pendakian Cartenz



Seperti apa cerita para porter di pendakian cartenz? Berikut adalah beberapa cerita kehidupan para porter pembawa barang di pendakian cartenz dari instagram @jinkkers

Minus Lambia. Kami memanggilnya bapak Minus. Beliau adalah salah satu dari 32 porter yang ikut bersama kami ketika melakukan pendakian Carstensz.

Apa yang mereka makan selama pendakian?
Mereka hanya memakan dari hasil bumi yang dipijaknya sendiri, tebu, ubi, adalah makanan pokoknya. Berburu hewan di hutan sebagai tambahan protein dan lauknya. Mereka kuat membawa barang dengan noken di kepala sarat berat hingga belasan hari, berpuluh-puluh kilometer tanpa memakai alas kaki dan perlengkapan penahan dingin hingga ketinggian 4000-an. Lumpur dan rawa yang dalam sudah menjadi aktivitas joggingnya, akar pohon dan kerikil tajam bagai batu pijakan merangkai langkah demi langkah.

Tanpa tenda dome atau perlengkapan pendakian yang branded dengan harga selangit, mereka dapat menyulap terpal menjadi Honai bagai rumah yang mewah dan dengan nyaman tidur di dalamnya hingga mimpi sampai esok pagi. Menu makan yang sederhana dengan nasi yang menggunung dan lauk mie instant sedikit ala kadarnya yang penting sarat rasa manis dari kecap juga saat ngopi dengan gula yang banyak, tambah tembakau rokok linting. Itu Sudaaahh.. Kaonak. "Sederhana sekali, Survivor Sejati!!" gumam ku dalam hati.

Salah satu sari dari semesta esensi dari sebuah perjalanan. "Believe that universe always teach how to survive and the way of life".

Sudah melihat gambaran para porter di pendakian cartenz? Bagaimana menurutmu?

Instagram @jonkkers 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja