Langsung ke konten utama

Memakai Contact Lens saat Mendaki Gunung Apakah Aman?

Bagi kalian yang mungkin mempunyai  gangguan mata dan mencoba untuk memakainya saat ketika naik gunung. Biasanya akan timbul pertanyaan tentang penggunaan "contact lens" saat mendaki gunung, apakah itu aman bagi kita yang menggunakannya?

Sebelumnya, contact lens mempunyai 2 jenis, yaitu soft lens dan hard lens (Rigid Gas Permeable lens). Mari kita bahas kelebihan dan kekurangan masing-masing dibawah ini.

1. Soft lens
Untuk jenis lensa ini memang lebih lentur, tipis, dan jauh lebih nyaman digunakan untuk aktifitas sehari-hari. Ada 3 macam soft lens yaitu:


  • A. Daily-wear contact lens
Adalah jenis soft lens yang sangat cocok untuk aktifitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dll.

Lalau apakah baik jika digunakan saat naik gunung?
JANGAN GUNAKAN jenis soft lens ini ketika kalian akan melakukan kegiatan outdoor seperti naik gunung.

Mengapa soft lens jenis ini tidak boleh digunakan saat mendaki gunung?
Ini dikarenakan penggunaanya harus telaten dalam membersihkan dan menyimpannya. Di pendakian banyak debu dll, maka resiko untuk terkena infeksi akan tinggi. Soft lens jenis ini juha tidak boleh digunakan saat tidur.



  • B. Disposable-wear contact lens
Adalah jenis soft lens yang maksimal penggunaannya hanya 8 jam, tentunya tidak cocok untuk kegiatan outdoor dan sekali pakai harus dibuang.



  • C. Extended-wear contact lens
Ini adalah tipe soft lens yang cocok untuk kegiatan outdoor pendakian gunung dll.

Apa alasannya?
Karena jenis soft lens ini mampu tahan selama 30 hari tanpa dilepas dan bisa digunakan sewaktu tidur.




2. RPG's (Rigid Gas Permeable lens)/hard lens.
Adalah jenis contact lens yang juga cocok buat kegiatan pendakian / outdoor activity lainnya.

Keuntungan :
Resiko terkena infeksi jauh lebih sedikit dibanding soft lens dan perawatannya lebih mudah.

Kelebihan lainnya dari RGP :
1. Bisa tahan lama yakni maksimal 3 tahun
2. Bisa menghambat pertumbuhan minus pada mata
3. Memperbaiki kornea mata
4. Meminimalkan kemungkinan adanya alergi dan kekurangan oksigen.

Namun kekurangannya adalah pada harganya yang memang jauh lebih mahal. Harga RGP satu pasang  3,3juta.

Dari perawatannya juga jauh lebih mahal dibandingkan bila memakai softlens.
Perawatan sendiri adalah seminggu dua kali, RGP mesti dicuci dengan sabunnya yaitu O2 dan setiap 6 bulan sekali harus di steam. Pembersihnya adalah 125 rb, Sabun O2 120 rb, Saline/Nacl 12rb, serta tetes mata : 32rb dan untuk pemeriksaan matanya sendiri adalah sekitar 500rb.

Itu dia sobat tentang jenis contact lens. Jadi yang aman utk kegiatan outdoor yaitu RPG lens dan extended-wear lens. Alantetapi kalian perlu juga untuk tetap menjaga kebersihan mata dan lensa kalian, seperti saat sebelum memegang mata, memasangnya ataupun ketika akan melepas lensa, pastikan cuci tangan kalian dengan sabun dulu!
Kenapa?
Karena jika terjadi infeksi pada kornea mata, maka penyembuhannya susah. semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad