Langsung ke konten utama

Penanganan Gigitan Semut Api di Petualangan


Sedang melakukan pendakian ataupun kegiatan outdoor dan tergigit oleh semut api memang cukup menjadi masalah untuk kita.

Sebagai negara tropis, Indonesia kaya dengan keanekaragaman flora dan faunanya serta tentunya adalah adanya keanekaragaman serangga baik yang berbahaya maupun tidak. Salah satu jenis serangga yang sering kita temui utamanya diarea hutan Indonesia disaat melakukan pendakian gunung maupun kegiatan outdoor adalah serangga Semut api (Solenopsis Invicta).

Seperti Apa Gigitan Semut Api?

Gigitan semut api adalah gigitan semut yang paling menyakitkan di dunia karena semut ini menggigit dengan sangat kuat dengan capit mulutnya yang juga sulit dilepaskan, dapat menggigit secara bergerombol dan dapat berulang-ulang dalam 1 waktu.

Setelah semut api menggigit, semut api juga akan memberikan racunnya, sehingga dalam beberapa waktu, kulit yang terserang akan muncul benjolan kecil-kecil berisi nanah yang terasa sangat nyeri, panas dan juga gatal.


Setelah jangka waktu 24 jam, pada bekas gigitan akan muncul kemerahan yang luas melingkupi beberapa sentimeter pada area bekas gigitan yg rasanya sangat nyeri juga panas. 1% dari seluruh kasus yang terjadi, korban akan mengalami suatu reaksi alergi sistemik bahkan hingga terjadi kematian.

Lalu bagaimana penanganannya jika kita tergigit semut api?

Cara awal penanganan gigitan semut api sebagai berikut:

1. Segera evakuasi korban ke tempat yang aman, terpapar sinar matahari, dan juga di jauhkan dari lokasi gigitan.

2. Lepaskan semut yang sedang menggigit kulit dengan ranting ataupun kayu dan benda lainnya.

3. Kemudian cuci pada bekas gigitan dengan air sabun pada bekas, atau bisa dibersihkan dengan larutan antiseptik.

4. Kemudian kompres bekas gigitas dengan menggunakan es batu, atau jika tidak ada bisa dengan kain yang dibasahi air dingin.

5. Ada obat? Bisa diberikan salah satu obat-obatan seperti paracetamol/ibuprofen atau codein sebagai antinyeri, oleskan juga dengan krim metilprednisolone 5% sebagai pencegah untuk terjadinya peradangan kulit lebih lanjut pada area gigitan, minum tablet cetirizine untuk menghilangkan gatal.

6. Apabila timbul rasa nyeri yang tak tertahankan, pandangan kabur, terjadi mual muntah, ada penurunan kesadaran, segera bawa ke pelayanan kesehatan maupun rumah sakit.

Itulah benerapa cara penanganan apabila tergigit oleh semut api.

Bagaimana pencegahannya?

Pakaialah pakaian yang longgar dan tertutup selama melakukan petualangan di pendakian gunung maupun kegiatan outdoor agar kamu terhindar dari sengatan/gigitan hewan.


By : dokter petualang

Sumber:
1) Weiss EA. 2005. A Comprehensive guide to wilderness and travel medicine 3rd edition.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad