Langsung ke konten utama

Penanganan Jika Terkena Ulat Bulu di Pendakian Gunung


Melakukan pendakian ataupun melakukan aktifitas di alam terbuka membuat kita perlu untuk berhati-hati dengan keadaan sekitar dan juga dengan hewan-hewan kecil yang kadang membuat perjalanan maupun kegiatan outdoor kita menjadi tidak nyaman. Salah satunya adalah adalah jika terkena serangan Ulat Bulu (caterpillar) yang sering kali kita temui di alam Indonesia tercinta ini.

Walaupun tidak mengancam nyawa kita, tapi sengatan ulat bulu dapat mengganggu perjalanan kita dan juga membuat kulit bengkak, sangat gatal, kemerahan, perih, dan panas. Bahkan jika ada beberapa orang yang memiliki riwayat sangat sensitif terhadap serangga dan sejenisnya, maka akan menimbulkan gejala seperti mual muntah, demam, nyeri kepala, bahkan hingga terjadi pada penurunan kesadaran juga dapat terjadi.

Lalu bagaimana penanganan jika kita terkena ulat bulu? 

1. Jika kalian punya selotip atau lakban ataupun plester gulung, maka segera ambil dan tempelkanlah pada area yang terkena ulat bulu.

2. Setelah lakban tertempel, maka kemudian lepas lagi selotip/lakban/plester dengan cepat / tiba-tiba. Tujuan dari perlakuan ini adalah untuk menghilangkan bekas bulu-bulu halus dari ulat bulu yang masih menempel di kulit.

3. Kemudian cuci bagian yang terkena bulu ulat tadi menggunakan sabun dan air bersih.

4. Apabila pada bagian yang terkena kemudian timbul rasa gatal dan perih, oleskan obat krim hydrocortisone 0.5% pada area yang gatal. Dan juga minumlah dengan obat cetirizine 1 tablet.

5. Apabila muncul tanda-tanda seperti kemerahan ataupun rasa gatal yang sangat luas, nyeri kepala hebat, muntah-muntah, dan adanya penurunan kesadaran, maka segera bawa korban ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit.

Itulah penjelasan penanganan singkat mengenai sengatan ulat bulu yang terjadi saat melakukan pendakian gunung ataupun kegiatan outdoor. Untuk pencegahannya, kita dapat menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang agar  terhindar dari sengatan ulat bulu maupun hewan lainnya.



Sumber refrensi:
1) Weiss EA. 2005. A Comprehensive guide to wilderness and travel medicine 3rd edition.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja