Langsung ke konten utama

3 Tempat Camp Terbaik di Pantai Gunung Kidul

Adakah pantai yang cocok untuk ngecamp di Gunung Kidul? Gunung Kidul sudah tidak asing lagi dengan pantai - pantai indahnya. Berikut adalah beberapa saran pantai yang pas buat kamu yang berkehendak ngecamp bersama teman - teman.

1. Camp di Pantai Pok Tunggal

Jika ke pantai Pok Tunggal, Awalnya disuguhi jalan yang agak sulit, tetapi sekarang sudah di beton. Ternyata pantai ini bagaikan pada surga tersembunyi yang memikat hati. Sebatang pohon yang ikonik membuat pantai ini makin cantik. Hamparan pantai yang berpasir putih dengan ombak biru menghempas menakjubkan.
Pesona Pantai Pok Tunggal dengan hamparan pasir putih yang dikelilingi oleh dinding perbukitan adalah lokasi yang asyik untuk dieksplorasi, apalagi untuk ngecamp dan bermalam. Pantai Pok Tunggal yang berlokasi di antara Pantai Indrayanti dan Pantai Siung ini semakin menunjukkan eksistensi Gunungkidul sebagai gudangnya pantai-pantai cantik berpasir putih yang masih alami. Pantai ini juga dijuluki sebagai Kuta - nya Jogja.
Pantai Pok Tunggal, pantai pasir putih mirip pantai di bali


2. Ngecamp di Pantai Siung

Pantai Siung adalah pantai yang kaya akan karang-karang raksasa. Pada tebing karangnya memiliki 250 jalur pemanjatan, juga sebagai tempat tepat untuk menikmati panorama pantai. Ada pula karang yang menyerupai siung wanara, ini menjadi dasar penamaan pantai. Disini adalah tempat yang cocok untuk ngecamp, apalagi kalau kalian ingin melakukan panjat tebing, sekaligus menginap di pantai.

250 jalur pemanjatan yang terdapat di Pantai Siung, sekarang telah memfasilitasi penggemar olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan masih bisa ditambah lagi, melihat adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur yang ada dengan izin pembuat jalur sebelumnya.

Disana disediakan ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Pada ground camp ini, tenda-tenda dapat didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan suasana malam. Syaratnya untuk menggunakannya hanya adalah dengan tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti yang tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga dapat digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam.

Tidak jauh dari area camping, terdapat sebuah rumah panggung kayu yang dapat kita manfaatkan untuk base camp jika malas mendirikan tenda. Ukuran base camp ini cukup besar, cukup untuk 10 hingga 15 orang. Bentuk rumah panggung membuat mata semakin leluasa menikmati keeksotikan pantainya. Cukup dengan memesan kepada warga setempat, mungkin akan dikenai tarif beberapa rupiah, base camp ini sudah dapat digunakan untuk bermalam.

Ketika di malam hari atau saat sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang terkadang turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka, tetapi masih banyak dijumpai di pantai ini.


3. Camp di Pantai Ngetun

Cari pantai yang sepi pengunjung tetapi mempunyai pemandangan menakjubkan dan cocok untuk ngecamp? Kunjungi saja Pantai Ngitun / ngitun!

Pantai Ngetun yang berada ini mempunyai pemandangan yang eksotis, selain berpasir putih pantai ini diapit oleh dua bukit tinggi dan masih sangat sepi pengunjung. Bukit tersebut juga dapat dinaiki sampai ke puncaknya. Masih jarang yang kesini, walaupun hari Minggu. Jadi akan cocok kalau kalian ngecamp disana. Kadang ada beberapa tenda yang berdiri disana ketika weekend.

Itulah 3 pantai yang cocok untuk ngecamp di Gunung Kidul, Yogyakarta.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja