Langsung ke konten utama

Buleleng Bali Dive Festival: Ekowisata Konservasi Terumbu Karang

Indtravel

23 SEP 2016

Kota Buleleng yang biasanya hening yang terletak di pantai utara Bali ini pastinya akan ramai dipadati oleh banyaknya pengunjung ketika digelarnya acara festival tahunan ini. Pada Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) ini akan diselenggarakan di Desa Pemuteran  pada tanggal 23-26 Oktober 2016. Di antara penyelam, Pemuteran adalah bagian dari Bali yang telah dikenal di seluruh dunia dan yang paling unik serta menginspirasi adalah candi bawah lautnya, yang merupakan karya seni kreatif dengan melibatkan revitalisasi karang batu bara.

Dari pemandangan laut bawah air yang dulunya tandus, hancur oleh penangkapan ikan yang tidak bertanggungjawab dan merusak, serta terjadi pemutihan dan sedimentasi, terumbu karang yang akan diperlihatkan di Pemuteran Village ini, kini telah benar-benar berubah serta menjadi program restorasi terumbu karang terbesar dan paling sukses di dunia.


Hasil dari upaya kolektif yang dilakukan oleh masyarakat setempat, sekarang Pantai Pemuteran telah bersinar dengan karang berwarna-warni cerah ditemani banyaknya ikan, dan terhitung sekarang ada lebih dari 70 terumbu Biorock yang menakjubkan.

Masyarakat Pemuteran patut merasa bangga karena upaya yang mereka lakukan dalam konservasi terumbu karang adalah dilakukan murni dengan menggunakan sumber daya lokal dan sekarang telah terbukti sukses di kancah nasional yang bahkan telah diakui dunia internasional dalam bentuk banyaknya penghargaan nasional dan internasional - yaitu penghargaan bergengsi PATA Gold Award, Equator Prize dan Millennium G20 Award.

Hotel lokal  dan toko-toko diving yang dipimpin oleh Taman Sari Resort, Amertha Villas dan Bali Diving Academy semuanya telah terlibat dalam proyek restorasi dengan mendukung pendidikan lingkungan masyarakat dan inisiatif dalam manajemen untuk mempromosikan ekowisata, membuat ekonomi Desa Pemuteran semakin berkelanjutan bagi masyarakat lokalnya.

Buleleng Bali Dive Festival bertujuan untuk menyebarkan dan menujukkan perlunya dan manfaat dari kesadaran global tentang pentingnya konservasi terumbu. Pada saat yang sama, festival ini juga sekaligus mempromosikan Desa Pemuteran serta seni dan budaya  Buleleng kepada dunia internasional.

Penyelam dari seluruh dunia diundang untuk menyaksikan secara langsung keindahan biota laut yang Buleleng tawarkan dan turut serta berpartisipasi, serta belajar tentang program konservasi banyak di daerah.



Festival ini akan menampilkan Underwater Art Parade, Reef Check Monitoring, Kompetisi Foto Bawah Laut, Lukisan Hidup, Expo Bawah Air, Kuliner Bazaar, Seni Pertunjukan, Biorock Lokakarya Konservasi Terumbu dan pembukaan bergengsi dari Bedawang Nalastatue (2016 BBDF ikon).

Tahun ini Bedawang Nala terpilih sebagai ikon festival karena melambangkan Penguasa Bumi dan keseimbangan universal dan harmoni. Patung yang dibuat dari Biorock karang  dibuat oleh tim seniman dan spesialis Biorock dan akan ditempatkan di dasar laut, dekat dengan ikon BBDF tahun lalu, Mina Gadjah yang mewakili penjaga laut.

Banyak seni dan pertunjukan akan dipamerkan di acara yang mengesankan ini termasuk Komunitas Pemuteran Heritage Celebration of Gebug Ende. Gebug Ende menggabungkan seni pertunjukan dengan ritual pertempuran yang biasanya dilakukan untuk mengundang hujan selama musim kemarau. Ritual yang ditujukan kepada alam semesta dan roh-roh, dan meminta berkah dari para dewa untuk kerukunan antar umat manusia.

Ini adalah sebuah acara yang ditawarkan dan gratis untuk umum.  Festival Buleleng ini diharapkan dapat menarik lebih dari 15.000 orang yang hadir. Gimana Travellers? Tertarik?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad