Langsung ke konten utama

Catper Pendakian Lawu Via Candi Cetho


Bagaimana Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho?

Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho ini termasuk pendakian dengan track terpanjang di Gunung Lawu, jalur pendakian gunung lawu lainnya adalah Via Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang yang basecampnya berdekatan. Perjalanan pendakian lawu via candi cetho ini dapat ditempuh selama kurang lebih 11 jam, bisa lebih singkat tergantung fisik. Saya saranin agar hati hati jika mendaki lewat jalur ini karena banyak rumput berduri.

Ok.. langsung saja kita ke pembahasan tentang (catper) catatan pengalaman perjalanan saya di pendakian gunung lawu via candi cetho. Karena saya baru pertama kali mendaki lewat jalur ini, meski sudah kepuncak Lawu 6x. Haha, pada tanggal 10 september 2016 kami enam orang terdiri dari Saya sendiri(memang sendiri), Ferry, Daniel, Ali, Ganang, dan Angga (jomblo semua) tapi yang 2 orang menyusu, yaitu Ali dan Ganang, dari Solo menuju ke Candi Ceto jam 4 sore, perjalanan menuju candi ceto kurang lebih 2 jam, sesampai di Basecamp Candi Ceto kita ber 4 ngopi ngopi, makan malam dulu sambil menunggu 2 orang itu datang, setelah menunggu kurang lebih 5 jam karena 2 orang tadi tidak tau jalan, dihubungipun disini limit sinyal, Akhirnya kita ber 4 memutuskan untuk mendaki pada jam 11 malam karena cuma kita yang mendaki malam hari, jangan lupa mengisi formulir pendaftaran, setelah itu kita lanjut jalan dari candi ceto menuju ke candi ketek. Dari candi ketek kita melewati perkebunan warga setelah itu kita memasuki hutan dengan jalan tanah yang agak licin karena kemarin habis hujan. Setelah berjalan selama 1 jam kita sampai di Pos 1 disana kita duduk santai dulu sambil menunggu 2 teman tadi, di Pos 1 ini terdapat gubuk untuk berteduh. Setelah istirahat 5 menit kita melanjutkan perjalanan, setelah 500m, karena udah larut malam dan mata juga udah berat akhirnya kita memutuskan untuk mendirikan tenda. Tiba tiba Terdengar suara orang teriak teriak, pasti itu si Ali sama Ganang udah nyusul, setelah 15 menit  akhirnya kita bertemu dengan mereka, sebelum mendaki kita udah punya kode teriak (Ikkriiik Ikrriikk) agar mudah bertemu, kode ini memang udah dipakai kalau kita mendaki dan kita berenam istirahat di dalam tenda yg Cuma muat untuk 4 orang. untuk melanjutkan perjalanan dipagi hari.

Pada tgl 11 september 2016, kita buat kopi dan cuma makan roti. Jam 7.30 pagi kita siap siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Pos 2 dengan track tanah licin dengan jalan yang agak sempit, setelah 1 jam kita sampai di Pos 2. Di Pos 2 ini ada pohon yang besar dan gubuk untuk berteduh, di Pos 2 ini kita beristirahat cukup lama karena ada teman kita yang lagi buang air besar.
(Di Pos 2 sambil nunggu orang boker, kita foto foto dulu)
Dari Pos 2 menuju Pos 3
Disini jalan nya sudah mulai nanjak, ada landainya juga, setelah jalan sekitar 1,5 jam kita sampai di pos 3. Disini kita istirahat. Merebus mie untuk makan pagi karena perut sudah pada keroncongan karena tadi pagi cuma makan roti, hehe
(udah pada ngiler tuh, sumpit nya yang bikin nambah)

Dari Pos 3 kita lanjut lagi menuju Pos 4,

Disini kita melewati hutan yang habis terbakar, disini kita sering istirahat karena jalan makin menanjak, akhirnya sekitar jam 12 siang kita sampai di Pos 4, di Pos 4 kita istirahat untuk ngrokok, tiduran sebentar sambil ngobrol sama pendaki lain yang kebetulan lagi istirahat juga di Pos 4, pada jam 1 siang kita lanjutkan perjalanan,


Pos 4 menuju Pos 5 Bulak Peperangan

Disini kita terbagi menjadi 2 kelompok, karena bertiga sering, termasuk saya, sering berhenti untuk ngrokok ngrokok dulu dan bercanda, teriak teriak agar gak terasa sepi, itung itung santai dikit lah, hehe, dan yang bertiga lainnya duluan kita buat janji ketemuan di warung mbok yem.Karena jalan semakin menanjak dan akhirnya ada jalan landai untuk menuju Pos 5. Setelah sampai di Pos 5 bulak peperangan sekitar jam 2.30 kita istirahat untuk menikmati keindahan surga tersembunyi di gunung lawu.

Dari Pos 5 menuju Pasar Dieng.

Sebelum menuju pasar dieng kita akan melewati gupakan menjangan dan sabana lawu yang luas, kalau musim hujan akan terdapat air digupakan menjangan itu, disini kita berhenti sejenak untuk mengambil beberapa foto mumpung lagi cerah, hehe. Konon katanya, pendakian lawu via cetho ini adalah jalur yang paling indah diantara jalur - jalur lainnya, walaupun waktu pendakiannya juga ditempuh paling lama.
(Foto sabana Lawu yang Luas)


Kita bertiga lanjut jalan lagi menuju pasar dieng. Pasar dieng disini sering disebut dengan pasar setan nya gunung lawu, serem juga ya kalau pasar setan pasti banyak tuh, haha. Sesampainya dipasar dieng, hujan turun, kita memutuskan untuk memakai manthol agar tidak kedinginan. Di Pasar dieng ini terdapat bebatuan, jadi jika kita sudah sampai di pasar dieng kita harus mencari plang petunjuk agar sampai ke hargo dalem, Setelah melewati pasar dieng nanti kita akan bertemu jalur yang berupa batu tertata seperti tangga itu artinya hargo dalem sudah dekat, dari hargo dalem kita bertiga langsung menuju warung mbok yem dan bertemu dengan 3 teman tadi sekita jam 5.30 sore, ternyata mereka sudah mendrikan tenda di dekat warung mbok yem, kita pun ikut mendirikan tenda, kebetulan kita bawa 2 tenda. Dan kita istirahat makan makan untuk menuju kepuncak Hargodumilah dipagi hari. Diwarung mbok yem kita bisa beli nasi, rokok, air mineral, dll,
Pada jam 5 pagi kita siap siap memakai baju hangat karena masih terlalu pagi. Tenda kita tinggal. Cuma bawa sebotol air meneral. sambil melihat sunrise meski langit agak mendung dan berkabut.

Warung Mbok Yem ke Puncak

Dari warung mbok yem menuju puncak sekitar 15 menit, dengan jalan nanjak berbatu, sampai di puncak pukul 5.30 pagi, dengan kabut yang tebal, udara yang dingin. Kita ber 6 sampai diPuncak Hargodumilah  foto foto untuk mengabadikan gambar. Lalu kita jam 6.30 turun menuju tenda. Sampai di tenda perut mulai keroncongan, kita makan makan, buat kopi karena belum sarapan pagi tadi, haha, jam 9 pagi kita turun, sampai di basecamp candi ceto jam 2 siang.

Rincian waktu Pendakian hitung sendiri ya.. Hahahaha..

Jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho ini tergolong masih alami dan bersih, tentu tugas kita bersama untuk terus menjaga kebersihan dan kelestariannya. Cepat atau lambat jalur via Candi Cetho ini semakin ramai pendaki, semoga para pendaki tetap menjaga kode etiknya untuk tidak meninggalkan apapun kecuali jejak, tidak mengambil apapaun selain gambar, dan tidak membakar apapun selain waktu.

Dokumentasi di puncak dll.


Semoga pengalaman ini Bermanfaat.


Penulis :
@bagus_kencus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad