Langsung ke konten utama

Cuaca Ekstrim Oktober, Sebaiknya tak Naik 4 Gunung ini


Banyak pendaki yang melakukan pendakian di Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro dan belum berhasil mencapai puncak pada awal Oktober lalu. Hal ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan badai di pendakian gunung tersebut.

Hujan sepanjang hari dengan kapasitas deras dan gerimis telah melanda pada empat gunung tersebut. Di sumbing via Butuh, beberapa pendaki asal kopma UGM, Jogja, ig @haryono.deni bersama rekan - rekannnya gagal menuju puncak pada 1 - 2 Oktober lalu, disebabkan oleh derasnya hujan, ketika hendak menuju puncak. Mereka juga dilanda hujan ketika mendaki dan turun menuju basecamp.

Sedangkan salah seorang pendaki, ig @andiakhm bersama timnya yang tergabung dari Jakarta, Jogja dan Madura juga mengalami hujan deras semasa menuju puncak. Saat akan packing tenda untuk turun, ia dan timnya dilanda badai angin kencang disertai hujan yang membuat mereka kuwalahan menata tenda yang hampir terbang.

Selain itu juga akan mempunyai banyak kendala apabila naik gunung ketika musim ekstrim seperti ini. Bisa saja awalnya hujan gerimis, kemudian deras ataupun langsung deras. Hujan tersebut akan berlangsung lama. Hal ini akan menyebabkan banyak masalah, diantaranya adalah rawan longsor, tergelincir, bahkan seringnya air dapat masuk kedalam tenda yang membuat tidur menjadi sangat tak nyaman.

Jadi, untuk pendakian keempat gunung tersebut, sebaiknya waspada dan hati - hati. Persiapkan dengan matang - matang. Saran kami, sebaiknya kalian vakum terlebih dahulu untuk mendaki kesana, apalagi untuk pendaki pemula.

Tim viapendaki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja