Langsung ke konten utama

Fakta - Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng

instagram.com/alizzarea
Anda punya cerita sendiri, begitupun saya mepunyai cerita bagaimana saya bisa berdiri disini. Anda punya pilihan jalani hidup, begitupun saya. Cara pandang kitapun beda, tetapi kita masih tetap sama dalam hal ciptaan tuhan.
Loc : Pos 10 G. Bawakaraeng.

Seperti apasih fakta - fakta yang ada di Gunung Bawakaraeng ini? Berikut ini adalah fakta - fakta tentang Gunung Bawakaraeng.

1. Sebagai Puncak Tertinggi

Puncak Gunung Bawakaraeng adalah salah satu puncak tertinggi di Sulawesi Selatan yang berada di kabupaten Gowa kecamatan Tinggimoncong. Gunung  Bawakaraeng yang memiliki ketinggian 2830 MDPL ini merupakan puncak terdingin.

2. Arti Nama Bawakaraeng

Bawakaraeng mempunyai arti Bawa yang artinya “mulut” dan Karaeng artinya “Tuhan atau Raja”. Gunung Bawakaraeng juga terkenal akan cerita - cerita mistisnya dan sangat di sakralkan oleh warga setempat maupun warga yang ada di sekitar kabupaten Gowa, mereka percaya jika Gunung Bawakareng merupakan tempat berkumpulnya para wali-wali Allah di Sulawesi Selatan. Terkenal pula adanya penampakan hantu cantik bernama Noni. Mereka juga mempercayai bahwa puncak gunung Bawakaraeng bisa dijadikan sebagai tempat melaksanakan ibadah haji pada saat bulan Zulhijjah sehingga orang yang melaksanakan ibadah haji di puncak gunung bawakaraeng akan diberi nama “Haji Bawakaraeng”. Dan pada sepanjang jalur pendakian gunung tersebut biasanya ada beberapa sesajen yang di simpan di bawah pohon-pohon besar.

3. Pemasok Air

Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting bagi masyarakat sekitar, karena menjadi sumber air dan juga sebagai sumber penyimpan air untuk Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Bulukumba.

4. Tragedi Maut

Pada hari Jumat, tepatnya di tanggal 26 Maret 2004 sekitar pukul 14.00 WITA, terjadi terjadi tragedi longsor di kaki Gunung Bawakaraeng, yakni di Kecamatan Tinggimoncong. Dari musibah longsor ini menewaskan 30 warga dan longsorannya menimbun ribuan areal sawah dan perkebunan.


5. Tragedi Pendaki

Gunung Bawakaraeng ini juga menjadi arena pendakian karena pemandangannya cukup indah dan menawan. Namun, sudah banyak menelan korban akibat kedinginan ketika mendaki pada musim hujan.

Itulah fakta - fakta mengenai Gunung Bawakaraeng. Ada fakta lain? Berikan pendapatmu!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja