Langsung ke konten utama

Hiking And Trekking Mount Merbabu, Java Island, Indonesia

Mount Merbabu (Indonesian: Gunung Merbabu) may be a dormant stratovolcano in Central Java province on the Indonesian island of Java. The name Merbabu might be loosely translated as 'Mountain of Ash' from the Javanese combined words; Meru means that "mountain" and awu or abu means that "ash".

The active volcano Mount Merapi is directly adjacent on its south-east facet, whereas the town of Salatiga is found on its northern foothills. A 1,500m high broad saddle lies between Merbabu and Merapi, the location of the village of Selo, Java and extremely fertile[ farming land.

There ar 2 peaks; Syarif (3,119 m) and Kenteng Songo (3,145 m). 3 U-shaped radial valleys extend from the Kenteng Songo summit in northwesterly, northeastly and southeastly directions.


View of Mount Merbabu from Salatiga
Two famed moderate eruptions occurred in 1560 and 1797. The 1797 event was rated 2: Explosive, on the Volcanic Explosivity Index. associate unofficial eruption could have occurred in 1570.

Geologically recent eruptions originated from a North Northwest-South Southeast fissure system that cut across the summit and fed the large-volume volcanic rock flows from Kopeng and Kajor craters on the northern and southern flanks, severally.

Merbabu may be climbed from many routes originating from the city of Kopeng on the north east sideside, and conjointly from Selo on the southern facet. A climb from Kopeng to Kenteng Songo takes between eight and ten hours. A climb from Selo to Kenteng Songo takes between eight and nine hours. Selo is that the best hiking path with exotic savana.

Merbabu offers adventurous respect scenery,  rain forest, Savanna with view of Mount Merapi.
Hiking Mount Merbabu is very good experience. From the distance it looks very easy and not steep at all to hike up. The way starts easy on an asphalt road in Selo, what is also the starting-point village for climbing Mount Merapi. At the right and the left of the asphalt road are a few houses and a lot of patches of vegetable fields.

came down from savanna 2
Instagram.com/langkahberdebu

background savanna 2 and view of Mt. Merapi
Instagram.com/shidiqeffendi

way to the savannah 2 with view of savanna 1 andMt Merapi
Instagram.com/fifitfandak

View  of Savanna 1, almost at the savannah 2

View  of watu lumpang",  savanna 2, savanna 1,  Mount Merapi



View of savanna 1 and Mount Merapi,  from savanna 2


Offering package guide only,  climb to Mount Merbabu, contact on instagram @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja