Langsung ke konten utama

Jalur Pendakian Gunung Dempo, Pahami Sebelum Mendaki!

Kawah Dempo

Gunung Dempo merupakan Gunung yang berada di kota Pagaralam, adalah gunung tertinggi di sumatera selatan. Gunung Dmpo sampai saat ini adalah gunung yang masih aktif dengan ketinggian 3159 mdpl.

Yang harus disiapkan sebelum mendaki Dempo
Apabila kamu ingin memulai pendakian Gunung Dempo, maka kamu harus mengetahui terlebih dahulu informasi yang benar tentang jalur pendakian gunung dempo dan tepat agar nantinya tidak tersesat. Kamu bisa memulai dari kampung IV, ya memang biasa di sebut demikian, kamu harus silahturahmi kepada kepala desa untuk keamananmu bersama tim-mu jika ingin mendaki Gunung Dempo. Di sini kamu bisa beristirahat sejenak dan bisa melanjutkan perjalanan pada saat pagi hari.

Ketika hari-hari biasa di Gunung Dempo biasa ditemui banyak orang yang sengaja naik ke puncak untuk mencari kayu. Adapun wisatawan yang sengaja berkunjung ke pintu pendakian hanya untuk berwisata saja di lereng gunung Dempo.

Kita bisa memulai pendakian sekitar pukul 10 pagi, biasanya kabut akan menipis di waktu - waktu tersebut.

Gunung Dempo ini mempunyai 2 puncak. Perjalanan di mulai menuju puncak pertama. Puncak pertama ini bisa di tempuh dalam waktu kisaran 3 jam. Sedangkan puncak kedua dinamakan dengan puncak api oleh penduduk sekitar. Menjelang sampai di puncak pertama Dempo merupakan dataran masif. Pada puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah dan mirip dengan tanaman perdu. Dari puncak pertama ini kita akan turun ke lembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Di area lembah ini terdapat sebuah sumber mata air yang mengalir. Hanya saja, air jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin dikarenakan oleh pengaruh rembesan belerang. Di lembah ini pula para pendaki dapat mendirikan tenda sebagai tempat camp untuk bermalam di pendakian.

Dari terminal Pagar Alam menuju Kampung 4, kampung  terakhir yang menjadi basecamp untuk pendakian Gunung Dempo. Perjalanan dari terminal Pagar Alam ke kampung 4 bisa ditempuh 6 - 7 jam. Awalnya berada di aspal halus yang nyaman untuk sepeda motor maupun kendaraan jenis lainnya. Namun begitu sampai di pintu awal masuk  Kampung 4 akan mulai melintasi jalanan dengan bebatuan kecil, dan pandailah untuk mencari celah. Begitu hujan makin membesar, makin ke tengah perjalanan maka berhati - hatilah, bisa saja menabrak batu, ada becekan pula. Dengan trek jalanan batu kebun teh yang tidak mulus, sebaiknya waspada. Santai saja, jika naik ojek, maka skill tukang ojek disana sudah sangat lihai dalam medan-medan tersebut.


Jalur Pendakian Gunung Dempo Termudah dan Terbaik

Milih jalur yang ceet atau jalur yang mudah? Untuk jalur pendakian Gunung Dempo ini cukup mudah di jangkau dan di lakukan oleh semua kalangan. Bahkan penduduk desa pun sengaja pergi kepuncak gunung hanya untuk mengumpulkan kayu. Di gunung dempo kita akan banyak menemukan sumber air yang jernih dan segar, dengan begitu, tak perlu khawatir kalau kamu kehabisan air pada saat perjalanan.


Kebanyakan pendaki yang ingin menggapai Puncak Utama Gunung Dempo lebih memilih jalur Tugu Rimau. Katanya, meskipun ada trek dengan elevasi 90 derajat yang mengharuskan kita untuk memanjat-manjat dinding, tapi jalur rimau ini jauh lebih dekat dan lebih cepat.

Sementara jika mendaki lewat jalur Kampung 4, bisa dibilang lebih jauh. Kalau dibuat perbandingan, mungkin antara jalur Linggarjati vs Palutungan di pendakian Gunung Ciremai.

Trek pertama pendakian Dempo akan langsung berhadapan dengan kebun teh yang terbentang luas.

Selesai trek kebun teh, selanjutnya akan ada plang yang merupakan tanda selamat datang di PINTU RIMBA.

Mulai dari Pintu Rimba ini, trek khas hutan hujan tropis yang beragam dengan pepohonan rimbun dan semak belukar perlu kita hadapi.

Trek di jalur pendakian pintu rimba / pintu rimau ini disuguhi tanpa bonus dan hanya nanjak terus. Dari tanjakan biasa, tanjakan dengan puncak bayangan, tanjangan disertai akar - akar, sampai tanjakan yang sangat tinggi. Dari Pintu Rimba ke Shelter 1 makan waktu sekitar dua jam. Shelter 1 - shelter 2 dapat ditempuh sekitar 3 jam. Shelter 3 - shelter 4 ditempuh sekitar 3 jam.

Shelter dua hanya sebuah jalur pendakian yang sedikit lebih luas. Dengan beberapa lokasi tanah lapang rata yang bisa cukup untuk 3-4 tenda.

Pelataran

Fauna Gunung Dempo

Kamu perlu tahu hal ini, sering – seringlah memeriksa kaki atau anggota tubuhmu yang lainnya, karena di gunung ini banyak pacet yang ada di hutan lembab. Kamu bisa menghabiskan waktu sekitar 8 – 10 jam perjalanan untuk mendaki sampai ke puncak Gunung Dempo yang merupakan jalan satu – satunya menuju puncak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja