Langsung ke konten utama

Kawah Gunung Dempo


Gunung Dempo adalah gunung api tertinggi di Sumatera Selatan yang berada di antara pegunungan bukit barisan dan Gumai. Puncak tertinggi Gunung Dempo disebut dengan G. Merapi yang berketinggian 3173 mdpl atau 2900 m di atas dataran tinggi Pasumah. Puncak yang lainnya adalah G. Serpeh (2863 m), Puncak G. Gentengtoi dan Puncak G. Kumbang (2862 m) yang merupakan sisa kegiatan vulkanik pada masa lalu. Pada phase pertama erupsi pusat letusan berada pada arah barat - timur, tetapi pada phase kedua pusat letusan berada pada arah timur tenggara - barat laut. Ada 7 kawah di puncak G. Dempo yang dinamai dari yang tertua sampai yang termuda seperti tertera dibawah ini:

Nama Kawah, Ukuran bibir kawah Diameter (m) Tinggi (m)

Kawah I, diameter : ± 3000
Tinggi 3046 - 2661

Kawah II diameter : ± 1150
Tinggi 3049 - 2900

Kawah III diameter : ± 600
Tinggi 3056 - 3000

Kawah IV diameter : ± 750
Tinggi 3159 - 2804

Kawah V diameter : 800 x 600
Tinggi 2937 - 2864

Kawah VI diameter : 450
Tinggi 2916 - 1850

Kawah VII diameter : 140 x 100
Tinggi 2920 - 2854

Danau Kawah diameter : 400
Tinggi 2804



Sejarah Terbentuknya Gunung Dempo
G. Dempo umumnya terbentuk oleh lava yang tertutupi oleh endapan piroklastik. Ada beberapa puncak yang membentuk kesejajaran dari barat sampai ke timur yaitu Gunung Serpeh, Gunung Gentingloa, Gunung Kumbang, Bukit Terban, Gunung Merapi dan Gunung Dempo sendiri yang merupakan bukti terjadinya perubahan pusat letusan.

Batuan tertua yang berasal dari G. Dempo adalah batuan endapan tertier yang diasumsikan sebagai batuan basement, terdiri dari batuan Tuff dan Pasir. Endapan vulkanik tersier dari Gunung Dempo adalah berupa lava, aliran piroklastik, dan jatuhan piroklastik yang terendapkan pada lingkungan air . Hal ini telah dibuktikan dengan adanya endapan lignite dan kayu. Bagian dari batuan ini terintrusi oleh batuan phorphric diorite - phorphyric dacite di bagian sebelah baratlaut. Intrusi ini muncul berbentuk kerucut dengan diameter 300 - 500 m. Puncak Mandiangin muncul disebelah barat Gunung Dempo dan merupakan puncak yang lebih tua lagi jika dibandingkan dengan G. Dempo. Hal ini dibuktikan dengan adanya produk Gunung Dempo yang menutupi tubuhnya. Endapan fluviovolcanic juga ditemukan pada bagian timur yang terdiri dari aliran produk lastik, lahar, tuff dan endapan sungai. Gunung Dempo menghasilkan produk vulkanik seperti lahar, lava andesite - basaltic, jatuhan piroklastk dan aliran piroklastik. Endapan yang paling muda adalah endapan alluvium.

Struktur geologi yang berkembang adalah berupa sesar geser (dekstral dan sinistral), sesar normal, rekahan pada area puncak, dan kelurusan topografi. Aktivitas Gunung Dempo saat ini adalah pada kawah paling muda yaitu di kawah Merapi. Semua aktivitas erupsi vulkanisme yang terekam terjadi pada kawah ini.


Sumber :
esdm.go.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad