Langsung ke konten utama

Apa Untungnya Ndaki Gunung? Kamu Harus Tau!

Salam Lestari Para Pendaki ๐Ÿ™…

Naik - naik ke puncak gunung!
Mendaki adalah sesuatu yang tak asing lagi bagi para pencinta Alam di negeri tercinta ini. Sebagai warga  Indonesia tentunya bangga dengan pesona alam kita. Dari sabang sampai merauke terbentang rangkaian alam yang  sangat indah baik di darat maupun laut. Alam Indonesia sangat eksotis, salah satunya adalah gunung. Indonesia memiliki banyak gunung, baik gunung berapi ataupun gunung mati. Kali ini kita akan mengekslore Gunung Merbabu.

Gunung Merbabu terletak di Wilayah Boyolali Jawa Tengah. Selain terkenal dengan potensi susunya, di wilayah ini juga terdapat gunung yang sangat mempesona, ya, Merbabu adalah sebuah gunung yang terkenal dengan sabana  hijaunya membentang nan indah. Nah, ada yang bilang kalau traveling itu buang - buang uang. Uang yang dibuang lumayan banyak, *upss katanya loh yaa. Tapi faktanya traveling ke gunung itu gak mahal kok, murah dan menyenangkan!

Apa saja yang disiapkan kalau ndaki ke Merbabu?

  • Siapkan transportasi, isi bensin full 
  • Aqua 2 perorang
  • Roti 2 perorang, kalau ga doyan roti yaa bawa bekal sendiri ๐Ÿ˜‚
  • Obat pribadi 
  • Mie 2 perorang, kalau ga suka makan mie, kalian bisa bawa sayur, atau tahu Tempe DLL.
  • Ya, sesekali masak digunung lah ya, biar lebih seru. 
  • Biaya masuk juga murah
  • Makan diarea bascamp juga murah kok, tenang aja, harga sesuai mahasiswa. Murah pass dilidah Dan pas dikantong๐Ÿ˜‚


Sedikit cerita aja yaaa,
Aku nanjak merbabu tanggal 13juli 2016, yak aku berangkat berenam, dan aku cewek sendiri diantara temen - temenku. Awalnya aku ragu sih, nanti yang jagain siapa kalau mau pipis? wkwwk, tapi pada akhirnya ketika pendakian dimulai, ternyata aku di istimewakan, mereka dengan sukarela membawakan barang barangku, eh jadi enteng deh. Ya memang mendaki itu capek, tapi bagiku mendaki adalah proses yang mengajarkan kita untuk tetap bersyukur dan sederhana.

Banyak orang yang bertanya, ngapain ke gunung? Mau nyari APA? Enaknya APA ke gunung...? Eitsssss jangan salah, mendaki gunung mengajarkan kita banyak hal loh, salah satunya adalah kesederhanaan. Yak dengan mendaki, kita akan merasakan bagaimana tidur di tenda, jauh dari fasilitas rumah yang selama ini kita miliki, jauh dari keramaian yang membuat bising. Selain itu, juga akan membuat kita lebih bersyukur manusia hanyalah makhluk kecil yang tak ada apa -apanya, APA yang perlu disombong kan? Terkadang kita lupa bersyukur , hidup dalam kelengkapan fasilitas dalam masyarakat. Hidup dalam ketersediaan air yang melimpah, tidur dalam rumah dengan suasana yg nyaman hangat, ya memang lelah, tapi mendaki adalah proses lelah yang indah dengan menciptakan kenangan bersamaa teman - teman, yang tua nanti belum tentu bisa kita ulang.

Dengan mendaki kita akan menambah relasi pertemanan, ya bisa nambah temenlah, kali aja kalau kerja nanti, dibantuiin..haha
Buat kamu yang jomblo, kali aja bisaaa ketemu joodoh di gunung  kan sosweet. ๐Ÿ˜Š

Gunung  memberikan banyak pelajaran.
Mulai dari hal - hal sederhana yang terkadang tidak kita sadari hingga hal - hal yang besar.

Mendaki kee gunung aja, mampu apalagi mendaki ke masa depan, eaa๐Ÿ˜†

Masih kepo? Kunjungi IG-ku ya. Kali aja kita bisa jadi teman, travelmate, atau travel love eh, wkwkwk nanti kita bisa main bareng, ndaki bareng atau mantai bareng, atau backpackeran bareng, cuss follow aja @Dhanishidra
Thanks.

Penulis :
Instagram @dhanishidra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja