Langsung ke konten utama

Mau Cegah Penyakit? Yuk Liburan Naik Gunung

Oro-oro Ombo, Gn. Semeru, TNBTS, Lumajang, Jawa Timur.
Photo by @ameliadwianty

Liburan adalah waktunya untuk melakukan rileksasi, bersenang-senang, dan memanjakan diri. Bukan hanya itu, di penelitian mengungkap bahwa banyak piknik akan membantu tubuh meremajakan sel-sel.

Dari kompas.com, manfaat berlibur untuk kesehatan sudah banyak diungkap, antara lain untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar stres, dan jumpa membantu kita tidur lebih nyenyak. Acara liburan yang menyenangkan juga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan jiwa. Masih nggak mau liburan?

Menurut penelitian yang telah dilakukan sebuah yayasan di Inggris Nuffield Health dan biro perjalanan Kuoni menemukan, bahwa manfaat yang bisa kita dapatkan dari piknik itu badalah bisa bertahan dua minggu setelah liburan berakhir. Bahkan, pada beberapa kasus efeknya dapat sampai satu bulan.

Pada sebuah survei, hampir sepertiga pekerja enggan untuk mengambil jatah cuti tahunan mereka untuk berlibur. Padahal, mengingat manfaat liburan yang besar, para pakar justru menyarankan para pekerja untuk mengambil waktu piknik sesering mungkin.

Sebuah penelitian terbaru yang membandingkan status kesehatan orang-orang yang gemar melancong ke berbagai tempat, misalnya Thailand, Peru, dan Maldives, dengan orang yang menghabiskan waktu liburnya di rumah saja serta terus bekerja.

Ternyata, tekanan darah dari orang yang mengambil jatah cutinya untuk berlibur turun sekitar 6 persen, sementara untuk kelompok yang tidak berlibur naik 2 persen pada periode yang sama.

Sementara itu, kualitas tidur mereka yang hobi piknik malah naik 17 persen. Mereka juga mengalami penurunan kadar stres serta daya tahan terhadap stres meningkat. Akan ada perbedaan yang sangat signifikan dibanding dengan pekerja yang di rumah saja.

Penelitian mengenai manfaat dari piknik juga dilakukan dengan membandingkan dua kelompok, yaitu mereka yang berlibur ke luar negeri dengan orang yang tidak liburan. Agar hasilnya lebih akurat, kedua kelompok itu diberi tes psikologi dan pemeriksaan indikator kesehatan, termasuk monitor jantung.

"Mayoritas orang yang sering berlibur lebih bahagia, banyak beristirahat, dan kadar stresnya berkurang. Tetapi yang lebih penting adalah manfaat itu terus berlanjut, bahkan sampai satu bulan setelah liburan," kata Christine Webber, psikoterapis, yang melakukan penelitian tersebut.

Sebaiknya kita dapat mulai untuk membuang pikiran yang menganggap liburan akan mengurangi produktivitas. Justru piknik dengan teratur malah bisa dianggap sebagai cara mencegah penyakit.

Bagaimana dengan naik gunung?
Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang banyak digemari oleh beragam kalangan, baik itu dari kalangan pelajar,  pengusaha, karyawan, bahkan masih ada lansia yang sanggup mendaki gunung. Di Indonesia sendiri, banyak gunung yang dapat kamu taklukan, mulai dari gunung yang mudah  kita lalui hingga gunung yang membutuhkan keterampilan khusus seperti memanjat tebing, kemampuan bertahan hidup dan keterampilan dalam mengatur stamina.

Mendaki gunung memiliki banyak manfaat. Tentu saja manfaat ini ada beberapa yang bisa langsung dirasakan, dan ada pula manfaat lainnya yang tidak dapat terlihat secara langsung. Apa saja manfaat mendaki gunung? Berikut dikutip dari manfaat.co.id :


1. Meningkatkan kapasitas kerja jantung dan paru-paru

Mendaki gunung dapat meningkatkan kapasitas kerja dari jantung dan paru-paru. Mendaki gunung dapat memperkuat jantung dan paru-paru kita. Hal ini mendaki membutuhkan banyak energi, yang akan membentuk kekuatan dari jantung dan paru-paru. Dengan meningkatnya kapasitas kerja dari organ tersebut, maka kamu akan :
Mengoptimalkan supali oksigen dan peredaran darah
Memperkecil resiko serangan jantung dan stroke
Terhindar dari berbagai macam penyakit


2. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh

Dengan mendaki, maka anda pastinya membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang lebih, sehingga dengan seringnya anda melakukan pendakian, daya tahan tubuh dan stamina anda akan tetap terjaga, dan bahkan semakin meningkat.


3. Menjaga kesehatan tubuh

Mendaki juga dapat menjaga kesehatan tubuh karena udara yang anda hirup masih jauh dari racun polusi udara yang ada di daerah perkotaan. Ini akan memberikan sebuah relaksasi.

4. Memperkuat otot-otot kaki

Mendaki yang dilakukan secara rutin, akan memperkuat otot kaki, dan juga dapat berpengaruh pada kekuatan tulang tulang anda, sehingga mampu memperkecil resiko terkena osteoporosis di masa tua.

5. Sebagai media olahraga

Dapat digunakan sebagai kegiatan berolahraga, terutama mereka yang senang dengan kegiatan-kegiatan di alam.


6. Memberikan pengalaman baru

Saat mendaki gunung, mungkin anda akan bertemu banyak hal yang tidak terduga, yang pastinya akan menambah pengalaman anda.


7. Mendekatkan diri pada alam

Kegiatan alam biasanya dikaitkan dengan mendaki gunung. Biasanya, gunung memiliki lingkungan dan ekosistem yang masih alami dan indah. Sehingga bagi kamu yang sedang mencari ketenangan dalam suasana alam, kegiatan mendaki sangatlah cocok bagi anda.


8. Menambah relasi dengan orang lain

Biasanya kegiatan mendaki gunung itu dilakukan tidak sendirian. Dan apabila melakukannya sendirian, biasanya di tengah jalan pendakian, kamu akan bertemu dengan pendaki lain ketika sedang beristirahat. Hal ini lah yang akan membantumu dalam menambah relasi dengan orang baru ketika mendaki.


9. Sebagai pemuasan dari hobi

Beberapa orang menganggap jika mendaki merupakan hobi dan tujuan hidup. Jadi dengan mendaki berbagai gunung yang ada di Nusantara ini, hal ini akan sangat memuaskan kebutuhan diri mereka akan hobi dan tujuan hidup. Dengan tercapainya kepuasan, maka kualitas hidup seseorang akan menjadi lebih baik.


10. Menurunkan berat badan

Ya, tentu saja manfaat mendaki gunung bagi kesehatan juga dapat menjadi salah satu metode diet dan olahraga paling ampuh untuk menurunkan berat badan. Ini disebabkan karena kalori yang terbakar ketika anda melakukan kegiatan pendakian cukup besar.


11. Belajar hidup secara mandiri

Dengan mendaki gunung, itu berarti kita hanya mengandalkan perbekalan, insting survival dan juga memahami kondisi alam sekitar kita untuk bertahan hidup, terutama ketika mendaki daerah-daerah yang cukup ekstrim dengan waktu yang lama. Maka dari itu, manfaat mendaki gunung dapat mengajarkan kita belajar hidup mandiri dan bertahan tanpa bantuan teknologi canggih.


12. Untuk menambah ilmu pengetahuan

Dengan mendaki, kamu akan belajar dan mengenal alam, melalui tanda – tanda alam yang muncul, arah matahari, seperti arah angin, dan juga tanda – tanda lain seperti jejak binatang liar dan sebagainya. Hal ini membuat ilmu pengetahuan yang anda miliki akan semakin bertambah dan dapat kamu aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.


13. Relaksasi dan hiburan

Kamu juga dapat memanfaatkan kegiana mendaki sebagai salah satu media dalam mencari relaksasi dan hiburan. Bagi kamu yang sudah penat dengan kehidupan kota yang memberikan banyak tekanan, maka kamu dapat mendapatkan relaksasi dan hiburan anda melalui kegiatan mendaki.


14. Membentuk mental dan pikiran yang kuat dan sehat

Mendaki juga berkaitan erat dalam bermanfaat bagi pembentukan karakter, mental dan pikiran yang kuat serta tegas. Dalam mendaki dibutuhkan keahlian seperti hal pengelolaan insting, maupun pengelolaan emosi yang baik. Dengan seringnya melakukan kegiatan mendaki, maka pengelolaan insting dan emosi akan terasah dengan baik, dan akan berpengaruh pada mental dan pikiran yang sehat dan kuat.

Sudah siapkan jadwal dan menentukan piknik untuk mendaki gunung?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad