Langsung ke konten utama

Oro - Oro Ombo dan Hamparan Bunga Lavender, benarkah?

Beberapa waktu lalu saya mendaki Gunung Semeru bareng teman-teman dari Jakarta, Malang dan Surabaya.

oro - oro ombo
Instagram.com/daniitaputri

Bagi pecinta gunung pasti udah gak asing lagi sama yang namanya Ranukumbolo, Kalimati dan Oro Oro Ombo.

Keindahan ketiga tempat ini audah tidak diragukan lagi, makanya Gunung Semeru jadi destinasi favorit para pendaki. Nah saya cuma mau cerita soal Oro Oro Ombo aja nih. Jadi (bagi yang belom tau) Oro Oro Ombo itu adalah padang savana yang lumanyun eh lumayaan luas yang isinya adalah bunga - bunga berwarna ungu setinggi dada orang dewasa. Dan banyak orang mengira bunga tersebut adalah bunga Lavender. Hamparan bunga ini memang menampilkan lanskap cantik, kita akan menjumpainya setelah kita melewati Tanjakan Cinta.

oro - oro ombo
Instagram.com/daniitaputri

Bunga Lavender?

Jangan salah ya, itu bukan bunga Lavender, tapi itu adalah bunga Verbena brasiliensis. Ada dua trek, lewat atas dan bawah. Kalo kalian mau lewat diantara bunga Verbena, kalian bisa lewat jalur yang kebawah.

oro - oro ombo
Instagram.com/daniitaputri

Boleh dipetik?

Plus! Kalian boleh kok metik bunga ini, malah dianjurkan sama pengurus TNBTS. Lho kok boleh? Ya boleh, karena bunga ini ternyata dapat mengancam ekologis yang ada di Oro-oro Ombo. Sebab tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini bersifat invasif. Artinya, Verbena brasiliensis ini berpeluang untuk menguasai habitat sekitar, sehingga menghancurkan spesies tanaman yang ada di TNBTS. Jadi kalo ada pendaki yang majang majang foto di medsos bareng bunga ini dan dipetik. Jangan di bully yaa. Dibolehin kok!
#Salamrindumendaki

Penulis :
daniitaputri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja