Langsung ke konten utama

Pulau Rubiah, Aceh, Indonesia

📷 instagram.com/niyanovita

Banyak masyarakat Aceh yang telah mengetahui tentang kisah pulau rubiah dan keindahan pulaunya yang tiada duanya. Selain itu, pantai di pulau rubiah juga sangat menawan, yang membuat para traveler ingin tinggal sementara disana. Tapi, adakah penginapan di pulau rubiah sabang ini?

Taman Laut Rubiah atau Pulau Rubiah adalah sebuah pulau yang terletak di Aceh, Indonesia. Pulau Rubiah adalah bagian dari wilayah kota Sabang, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pulau ini berada di bagian sebelah barat-laut dari pulau Weh.

Pulau ini mempunyai luas 26 hektar yang menawarkan keindahan surga bawah laut serta wisata bahari yang memukau. Bahkan pulau ini juga dijuluki sebagai surganya taman laut. Hal ini dikarenakan pulau ini mirip layaknya sebuah akuarium sangat besar yang berisikan berbagai macam hiasan di dalamnya.

Pulau ini juga sangat cocok dikunjungi bagi para wisatawan yang memiliki hobi  diving snorkeling,  ataupun berkeliling dengan menggunakan perahu kaca (prahu yang ada kaca untuk melihat bagian bawah di air) karena di pulau ini terdapat berbagai jenis terumbu karang yang sangat beragam dan berbagai macam bentuknya. Tentunya karang-karang ini membentuk sebuah gugusan yang sangat menarik dimana akan memanjakan mata para pencinta wisata bahari. Tidak hanya terumbu karang yang menghiasi taman laut ini, tetapi berbagai jenis ikan tropis seperti gigantic clams,  school of parrot fish, angel fish, lion fish dan banyak lagi yang lainnya menambah keeksotikan taman bawah laut ini.

Bagi para pengunjung yang berkehendak menikmati keindahan taman bawah laut tersebut tak perlu repot-repot membawa perlengkapan sendiri karena di pulau ini sudah disediakan fasilitas penyewaan perlengkapan untuk snorkeling.

Berapa harganya? Harganya cukup terjangkau, adalah sekitar Rp 40.000 per orang per hari. Atau dapat juga menyewa sebuah perahu dengan biaya Rp 150.000,- untuk beberapa jam. Jima datang dengan rombongan bisa menyewa sebuah perahu (glass bottom boat), biaya Rp 300.000,- untuk sekali jalan. Perahu ini mampu menampung 10-12 penumpang.


Fasilitas Yang Tersedia

Meskipun telah tersedia fasilitas penyewaan perlengkapan menyelam, tetapi pulau ini masih sangat minim fasilitas lainnya seperti fasilitas untuk menginap, gazebo dan untuk istirahat, dll.

Di dalam pulau ini hanya terdapat sebuah warung makan kecil yang hanya buka pada pagi hingga malam hari. Bahkan dapat kita katakan pulau ini masih belum berpenghuni, jadi benar-benar masih sangat alami. Meskipun tidak berpenghuni, akantetapi keindahan pulau ini terutama keindahan taman bawah lautnya telah banyak mengundang para wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang kemari.

Selain sebagai tujuan wisatawan lokal maupun internasional, Pulau Rubiah ini ternyata juga telah dimanfaatkan sebagai tempat penelitian biota laut seperti terumbu karang dan ikan karang. Dari sekitar 15 jenis biota laut yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia, 14 biota laut diantaranya juga terdapat di Taman Laut Pulau Rubiah ini. Sungguh sebuah tempat yang sangat cocok untuk dikunjungi terutama bagi wisatawan yang memiliki hobi menyelam. Jadi, ayo segera cantumkan Pulau Rubiah di Nangroe Aceh Darussalam di daftar perjalanan traveling Anda berikutnya. Happy trip and always save our earth.


Akses Menuju Pulau Rubiah

Wisatawan yang ingin menuju ke Pulau Rubiah dapat menggunakan rute dimulai dari Banda Aceh menuju Pulau Sabang dengan menggunakan kapal ferry atau speedboat. Waktu yang tempuh dari Banda Aceh menuju Pulau Sabang dengan menggunakan kapal ferry akan memakan waktu sekitar 90 -an menit dengan harga tiket mulai dari Rp. 30.000 per orang sekali melakukan perjalanan. Sedangkan dengan menggunakan speedboat akan sedikit lebih cepat, yaitu sekitar 45 menit dengan biaya sewa mulai sekitar Rp. 50.000 per orang sekali jalan. Setelah tiba di Pulau Sabang, maka para wisatawan melanjutkan perjalanan menuju pulau Rubiah dengan akses menaiki perahu dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja