Langsung ke konten utama

Rute Pendakian Puncak Gunung Rinjani

Oleh : Jefry Berahim

Gunung Rinjani adalah salah satu gunung yang sangat populer di tanah air, baik untuk para pendaki maupun masyarakat umum pun mengetahuinya. Gunung ini memiliki begitu
tinggi daya tarik dan pesona keindahan alam yang membuatnya menjadi pilihan tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Berbagai pesona wisata yang dapat dinikmati di gunung ini adalah danaunya, padang sabana, anak gunung rinjani serta sumber air panas yang menjadikannya semakin populer. Selain wisatawan, gunung ini juga menjadi salah satu gunung primadona bagi para pendaki gunung di Indonesia. Para Pendaki Indonesia baik yang berasal dari pulau Jawa maupun luar pulau Jawa pastinya memiliki keinginan tinggi untuk bisa mencapai puncak gunung yang tercatat sebagai gunung berapi tertinggi kedua di tanah air ini setelah gunung Kerinci. Bulan pendakian Rinjani biasanya di buka pada bulan April - Desember , sedangkan untuk bulan Januari-Maret di tutup karena biasa nya kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk
pendakian.

Popularitasnya sebagai tempat wisata membuat sarana transportasi menuju Gunung Rinjani
dapat dengan mudah kita temukan.
Gunung Rinjani sendiri berada di pulau Lombok yang berada di sebelahnya pulau Bali. Pulau Lombok sendiri belakangan ini juga semakin populer sebagai tempat tujuan wisata dan juga dikenal dengan sebutan pulau seribu Masjid karena banyak di jumpai Masjid di sepanjang jalan di sana. Para wisatawan berlomba - lomba untuk datang dan menikmati keindahan alam yang ada di pulau ini, seperti pantai - pantainya dan gunungnya, yaitu Gunung Rinjani.

Transportasi Ke Gunung Rinjani
Untuk masalah transportasi menuju Gunung Rinjani itu sendiri, para pendaki tidak perlu khawatir. Ada berbagai model pilihan transportasi yang bisa dipilih mulai dari transportasi darat ataupun transportasi udara dengan pesawat terbang ke bandara Lombok.
Oleh : Jefry Berahim
Rute Pendakian Rinjani
Akses pendakian ke puncak Gunung Rinjani bisa dicapai dari banyak tempat dan memiliki pemandangan spesifik yang berbeda-beda. Ada 5 jalur menuju puncak dan 1 jalur tidak sampai ke puncak. Berikut ulasannya :

1.Rute dari Bayan - Torean (Utara timur laut)
Dari Bayan dapat berjalan kaki atau menumpang angkutan setempat dari Bayan ke Torean, setelah itu akan menyusur sungai Kokok Putih langsung ke dalam dasar kaldera. Perjalanan memakan waktu satu hari penuh dan
agak sulit.

2. Rute dari Bayan  sampai ke Senaru (Utara)
Senaru dapat dicapai dari ibukota Lombok Mataram dengan kendaraan bermotor (sehari perjalanan). Kemudian kita berjalan kaki dari Senaru ke Babanan (tepi kaldera sebelah utara), dilanjutkan ke Kokok Putih. Rute ini juga memakan waktu sekitar satu hari penuh. Dari kokok putih pendakian akan menjadi lebih sulit karena pendaki akan mulai mendaki gunung yang sebenarnya yaitu menuju puncak rinjani dengan menggunakan jalur gunung plawangan. meskipun demikian melakukan pendakian puncak rinjani menggunakan jalur ini adalah yang termudah jika dibanding jalur - jalur lainnya.

3. Rute Jalut Sembalun Lawang (Tenggara)
Dari Kota mataram naik kendaraan bermotor ke Pesugulan (kira-kira 4 jam). Kemudian melanjutkan ke Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang, ini memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Dari sembalun lawang, pendaki dapat mencapai DI gunung plawangan dan menuju ke segara anakan dengan waktu kira-kira satu hari perjalanan. Dari gunung plawangan dapat didaki Gunung Rinjani. Jalan ini terasa cukup berat tapi paling banyak digunakan oleh para pendaki.

4. Rute dari Kumbi (Sesaut)
Sesaut terletak di sebelah barat daya pegunungan Rinjani sejauh 1/2 jam perjalanan dengan
kendaraan bermotor dari Mataram ke arah timur. Perjalanan sampai di Babanan memakan waktu sekitar satu 1/2 hari, setelah 2 hari sampai di Kokok Putih. Perjalan trekking /pendakian yang panjang ini tentunya menyuguhkan
pemandangan alam terbuka yang indah, dan juga akan menarik bagi seorang pendaki gunung yang menyukai hutan belantara.

5. Rute dari Sajang
Sajang ini terletak diantara Sembalun Lawang dan Bayan. Pendakian ke Gunung Plawangan tidak jauh berbeda dengan rute dari Sembalun Lawang karena jalan setapaknya tidak jauh dari barat menjadi satu.

6. Rute Selatan Rinjani ( Timbanuh )
Akses untuk menuju desa Timbanuh kita dapat menggunakan kendaraan umum, dari Mataram kita turun di Masbagik, lanjut dengan menggunakan kendaran umum lannya menuju Timbanuh, lama perjalanannya adalah sekitar sekitar 3 jam berkendara. Di Timbanuh banyak tersedia jasa guide untuk mempermudah pendakian, tetapi layanan paket perjalanan kesana belum ada. Jalur timbanuh adalah jalur baru yang diresmikan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), dibandingkan jalur yang sudah ada, jalur timbanuh ini belum mempunyai sarana yang memadai, akan tetapi jalur ini menyediakan kelebihan ketersediaannya air di sepanjang jalur pendakian dan menyuguhkan keaneka ragaman flora dan fauna di sepanjang perjalanan serta jalurnya yang cukup menantang bagi pendaki, Jalur ini hanya memperbolehkan pendaki untuk melakukan pendakian hanya sampai ke Pelawangan Cemoro Rompes dan puncak selatan rinjani, sedangkan untuk menuju jalur ke danau segara anak juga belum diperbolehkan karena
medannya yang curam dan berbahaya. Lama perjalanan yang ditempuh dari timbanuh ke pelawangan cemoro rompes sekitar 9 jam perjalanan.

Penulis :
Jefry Berahim


Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja