Langsung ke konten utama

Sumber Air Lawu via Cemoro Sewu


Lawu via jalur cemoro sewu adalah jalur paling populer dan diminati oleh banyak pendaki dikarenakan kemudahan jalur pendakiannya untuk pemula. Lalu apakah ada sumber air di Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu?

Ternyata sumber airnya sangatlah banyak, hampir di setiap posnya terdapat sumber air. Lalu di pos mana saja?

Sumber air di Pos 1 Cemoro Sewu
Disini terdapat sumber air berupa sumber air yang berasal dari penjual yang ada di pos 1. Biasanya mereka menjual air botol dengan berbagai ukuran. Disana juga disediakan gorengan dan nasi bungkus.

Sumber air di Pos 2 Cemoro Sewu
Masih sama dengan pos 1, pada pos 2 ini ada ibu - ibu tua penghuni warung / gubug reot yang menawarkan air kemasan botol. Ada gorengan dan nasi bungkus, kopi anget dll.

Sumber air di pos 3
Disini tidak ada sumber air sama sekali. Pos 3 ini berupa pos yang agak luas dan kadang akan ada penjual gorengan.

Sumber air pos 4
Disini juga tidak terdapat sumber air. Pos 4 berupa lahan sempit yang agak cukup curam. Dari pos 4 ini sudah dekat dengan pos 5.

Sumber air di pos 5
Disini ada sumber air yang berasal dari warung legendaris mbok yem. Ada gorengan, nasi bungkus, nginep di dalam warung mbok yem juga bisa. (Harga air semakin naik semakin mahal)

Sumber air sebelum puncak
Berjalan sekitar 10 menit dari pos 5, kemudian kita akan menemukan sumber air berupa sendang Derajad / sumur. Disana kita bisa mengisi persediaan air secara geratis. Di dekat sendang Derajad ini juga ada warung yang menyediakan sumber air.
Sendang Derajad

Sumber air jernih di Sendang Derajad

Itulah sumber - sumber air yang ada di pendakian Gunung Lawu via Jalur Cemoro Sewu. Semoga memberi manfaat buat kalian yang ingin mendaki kesana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja